|
HR. Ibnu Majah dan Abi Ad-Dunya : "Secerdik-cerdik manusia ialah orang yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling gigih membuat persiapan dalam menghadapi kematian itu."
|





Senin, 30 Mei 2011 pukul 14:15 WIB
Penulis : Saeful Arif
Tak jarang
aku berhenti di tepian
aku seka air mata, bercucuran
Aku sering mengeluh pada Ibu
Ayah, berat kutanggung beban ini
betapa kau lebih berat atas kenakalanku
Khilafku dulu
dan kini kusesali
Aku pembangkang tak mengimamkanmu
tapi kini kusadari, dan aku bagai kehilangan arah
Beriring do'a semoga kau memaafkan aku
Ayah...
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Saeful Arif sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.