HR. Ibnu Majah dan Abi Ad-Dunya : "Secerdik-cerdik manusia ialah orang yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling gigih membuat persiapan dalam menghadapi kematian itu."
Alamat Akun
http://ardadinata.kotasantri.com
Bergabung
4 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Ciamis - Jawa Barat
Pekerjaan
Penulis dan PNS
Arda Dinata adalah Penulis, Motivator, dan Pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia.
http://www.ardadinata.web.id
http://facebook.com/ardadinata
http://twitter.com/ardadinata
Tulisan @ Lainnya
Sukses Menulis Artikel, Mau?
6 Juli 2012 pukul 15:00 WIB
Akhlak Berpolitik
16 Juni 2012 pukul 13:30 WIB
Berprestasi Melalui Tulisan
8 Juni 2012 pukul 16:00 WIB
Dzikir Meningkatkan Imunitas Manusia
6 Juni 2012 pukul 14:14 WIB
Aku Berserah Diri Menuju Keberkahan
24 April 2012 pukul 13:45 WIB
Pelangi
Pelangi » Risalah

Rabu, 18 Juli 2012 pukul 11:15 WIB

Menghampiri Allah di Bulan Suci

Penulis : @ Arda Dinata

Menghampiri Allah SWT, sebenarnya harus kita usahakan dalam setiap saat. Lebih-lebih hal ini dilakukan dalam bulan Ramadhan. Karena bulan ini merupakan bulan suci, penuh keutamaan. Bulan dilipatgandakannya pahala amal. Di antara rahasia dan hikmah utama ibadah di bulan Ramadhan ialah memperkuat posisi ruhiah manusia. Untuk itu, kita hendaknya mampu memanfaatkan momen Ramadhan ini dengan seoptimal mungkin melakukan aktivitas yang mampu menghampiri/mendekatkan diri dan menggapai cinta-Nya.

Adapun golongan hamba yang dicintai oleh Allah SWT, di antaranya adalah orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya, bertaqwa, beriman, berbuat baik, berbuat adil, berlaku sabar, bertawakal, bertaubat, suci, dan berjuang di jalan Allah dalam barisan yang teratur/terorganisasi.

Pembentukan pribadi-pribadi seperti itu, tentu didapat melalui proses panjang penuh ketekunan dalam menggapainya. Di sini, kunci utama dan pertama yang perlu dibangunnya adalah bagaimana kita dapat menghampiri/mendekatan diri kepada Allah SWT sebagai tangga awal menggapai cinta-Nya.

Berikut ini, ada beberapa rangkaian amalan yang dapat kita lakukan di bulan Ramadhan, di antaranya sebagai berikut:

Memperbanyak Sedekah

Bagi umat islam, bulan Ramadhan merupakan lahan terbesar dalam meningkatkan amal kebajikan. Dari Ibnu ‘Abas, ia berkata, “Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan dan lebih besar kedermawanannya pada bulan Ramadhan ketika Jibril menemuinya. Jibril biasanya menemuinya setiap malam Ramadhan, lalu tadarus Al-Qur'an dengan beliau. Sungguh Rasulullah SAW ketika ditemui oleh Jibril menjadi orang yang lebih murah hati dalam memberikan kebaikan, (sehingga lebih banyak) daripada tiupan angin.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Salah satu amalan sedekah yang bisa dilakukan ialah memberi makanan berbuka (tajil). Zaid bin Khalid Al-Juhairi berkata, bersabda Rasulullah SAW, “Siapa yang memberi makanan untuk berbuka bagi orang yang shaum, maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang shaum itu dengan tidak mengurangi pahala orang yang shaum itu sedikitpun.” (HR. At-Turmudzi, Ahmad, dan Nasai).

Memperbanyak Membaca Al-Qur'an (Tadarus)

Dalam memperbanyak membaca Al-Qur'an ini ada tiga hal yang perlu diperhatikan. (a) Membaca Al-Qur'an dengan bacaan yang benar. Nabi SAW bersabda, “Bacalah Al-Qur'an karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pembela pada sahabatnya.” (HR. Muslim).

(b) Mempelajari kandungan Al-Qur'an dan berusaha mengamalkannya. “Apabila suatu kaum berkumpul dalam suatu majelis untuk mempelajari kitab Allah, maka pasti turun kepada mereka ketenangan dan dilipati rakhmat dan dikerumuni oleh malaikat dan diingat oleh Allah di depan para malaikat yang ada di sekelilingnya.” (HR. Abu Hurairah).

(c) Meresapi dan merenunginya ketika membaca Al-Qur'an. Mereka yang dikaruniai taufik dan hidayah ketika membaca Al-Qur'an, maka mereka benar-benar meresapi dan merenunginya sehingga air matanya pun berderai membasahi pipi. Ketika Rasulullah SAW mendengar tangisan mereka, beliaupun ikut menangis bersama mereka, lantas beliau bersabda, “Tidak akan masuk neraka orang yang menangis karena takut kepada Allah SWT.”

Memperbanyak Istighfar, Dzikir, dan Do'a

Istighfar berarti upaya memohon ampunan (maghfirah)-Nya. Qatadah berkata, “Sesungguhnya Al-Qur'an ini memberi petunjuk kepadamu tentang penyakitmu dan obat penangkalnya. Adapun penyakitmu adalah dosa-dosa, sedangkan obatnya adalah istighfar.”

Berkait dengan dzikir, Al-Imam Syamsuddin Ibnul Qayyim mengatakan, “Sesungguhnya dzikir adalah makanan pokok bagi hati dan roh, apabila hamba Allah gersang dari siraman dzikir, maka jadilah ia bagaikan tubuh yang terhalang untuk memperoleh makanan tubuh yang terhalang untuk memperoleh makanan pokoknya.” Adapun dzikrullah yang bisa dilakukan : Subhaanallah, Alhamdulillah, dan Laa ilaha Allah.

Sementara itu, Allah SWT memerintahkan kepada kita agar berdo'a kepada-Nya dan Dia akan mengabulkan do'a hamba-Nya. “Berdo'alah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan do'amu.” (QS. Al-Mu’min : 60). Pada saat siang dan malam di bulan Ramadhan adalah waktu yang utama, maka isilah kesempatan itu dengan memperbanyak istighfar, dzikir, dan do'a kepada Allah. Di antara waktu makbulnya sebuah do'a adalah pada bulan Ramadhan, ketika berbuka puasa, waktu sahur, hari Jum'at, sepertiga malam terakhir, dan kondisi istimewa lainnya.

Menghidupkan Malam dengan Shalat

Pada malam bulan Ramadhan, kita dianjurkan melakukan shalat pada malam harinya. Dari Abu Hurairah, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa melalukan shalat (pada malam-malam) Ramadhan dengan iman dan mengharap keridhaan-Nya, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Shalat malam (Qiyamullail) ini dalam bulan Ramadhan disebut dengan Qiyamullailatur Ramadhan dan pada selain bulan Ramadhan disebut shalat tahajjud. Nabi SAW menyatakan dalam salah satu sabdanya, “Shalat yang paling utama setelah shalat wajib ialah Qiyamullail (shalat di tengah malam).” (Muttafaq ‘Alaih). Selain itu, Qiyamullail ini dapat membuat seseorang yang melakukannya, di pagi harinya menjadi segar, bersemangat, dan hatinya pun tenang.

Memperbanyak Ibadah ketika Sepuluh Malam Terakhir di Bulan Ramadhan

Salah satu ibadah yang perlu dilakukan dalam sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan adalah melakukan I’tikaf dan berusaha untuk memperoleh “lailatul qadar”. I’tikaf adalah ibadah yang merangkum berbagai amal ketaatan seperti membaca Al-Qur'an, shalat, dzikir, do'a, dan lain-lain.

Rasulullah sangat menganjurkan untuk melaksanakan I'tikaf ini pada sepuluh malam terakhir. Diterangkan dalam sebuah hadis, Aisyah RA berkata, “Adalah Rasulullah SAW beri’tikaf pada malam-malam sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan hingga wafat, kemudian dilanjutkan melakukan itu oleh istri beliau.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Wallahu a’lam.

http://www.ardadinata.web.id

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan @ Arda Dinata sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Aryani | Karyawan Swasta
Salam kenal buat semua teman-teman penghuni KotaSantri.com. Sempat tau situs ini dari beberapa artikel yang dikirim oleh teman ke inboxQu. Tetapi, setelah dibuka banyak yang berguna buatQu. Semoga terus bermanfaat bagi sesama.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1156 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels