HR. Bukhari : "Berhati-hatilah dengan buruk sangka. Sesungguhnya buruk sangka adalah ucapan yang paling bodoh."
Alamat Akun
http://am_azzet.kotasantri.com
Bergabung
20 Oktober 2010 pukul 16:05 WIB
Domisili
Sleman - DI Yogyakarta
Pekerjaan
Penulis, juga editor freelance
http://amazzet.com/
http://twitter.com/@kangazzet
Tulisan Akhmad Lainnya
Mencintai Dunia dan Takut Mati
26 September 2012 pukul 11:00 WIB
Qiyamu Ramadhan
30 Juli 2012 pukul 13:00 WIB
Mendapatkan Surga dan Bonusnya
15 Juni 2012 pukul 11:00 WIB
Tentang Kemarau
8 Juni 2012 pukul 14:00 WIB
Berbuat Baik Menjadi Kafarat
9 Mei 2012 pukul 12:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Risalah

Rabu, 27 Oktober 2010 pukul 18:05 WIB

Menebar Salam

Penulis : Akhmad Muhaimin Azzet

Abu Hurairah meriwayatkan sebuah hadits bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Apabila salah seorang di antara kalian bertemu dengan saudaranya, maka hendaklah ia mengucapkan salam kepadanya. Dan seandainya di antara keduanya terpisah oleh pohon, dinding, atau batu, kemudian bertemu kembali, maka hendaklah ia mengucapkan salam lagi." (HR. Abu Dawud).

Salam yang dimaksud dalam hadits tersebut adalah ucapan "Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh". Sungguh, ucapan salam ini berbeda dengan ucapan, misalnya, "Selamat pagi" dalam bahasa Indonesia, "Sugeng enjang" dalam bahasa Jawa, "Good morning" dalam bahasa Inggris, atau "Hayakallah" yang biasa diucapkan oleh orang-orang Arab sebelum datangnya Islam.

Ucapan salam di dalam Islam, yang bermakna "Semoga Allah memberikan keselamatan, rahmah, dan barakah-Nya kepadamu" tidak sekadar ucapan selamat atau sapaan. Lebih dari itu, salam ini adalah do'a.

Maka, ketika kita mengucapkan salam kepada saudara sesama Muslim hendaknya dibarengi sebuah kesadaran bahwa ucapan ini adalah do'a. Selayaknya do'a, maka ucapan salam ini semestinya berangkat dari hati dan ketulusan jiwa.

Dengan demikian, hikmah dari ucapan salam benar-benar dapat kita rasakan. Orang yang mengucapkan salam kepada saudara sesama Muslim berarti dia telah menebarkan kedamaian dan keselamatan, mempererat tali kasih dan sayang, dan menghilangkan rasa benci dan dendam.

Rasulullah SAW bersabda, "Salam adalah salah satu asma Allah SWT yang telah Allah turunkan ke bumi, maka tebarkanlah salam. Ketika seseorang memberi salam kepada yang lain, derajatnya ditinggikan di hadapan Allah. Jika jama'ah suatu majelis tidak menjawab ucapan salamnya, maka makhluk yang lebih baik dari merekalah (yakni para malaikat) yang menjawab ucapan salam." (HR. Thabrani).

Betapa mulia orang yang menebar salam karena derajatnya ditinggikan oleh Allah 'Azza wa Jalla. Betapa penting menebar salam karena ucapan ini tidak hanya diucapkan ketika bertemu dengan sesama Muslim, tetapi perlu juga diucapkan ketika akan memasuki rumah.

Allah SWT berfirman, "… Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah-rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik." (QS. an-Nuur [24] : 61).

Oleh karena itu, marilah kita suka menebar salam. Sebuah ucapan salam yang tidak sekadar sebagai sapaan, ucapan selamat, apalagi pemanis bibir belaka. Tapi, ucapan salam yang benar-benar berangkat dari hati dan ketulusan karena salam adalah do'a.

http://amazzet.com/

Suka
yantie menyukai tulisan ini.

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Akhmad Muhaimin Azzet sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Aw Windarti | Guru
Allahu Akbar!!! KSC itu media penyejuk jiwa-jiwa yang gersang.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1895 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels