HR. Bukhari : "Berhati-hatilah dengan buruk sangka. Sesungguhnya buruk sangka adalah ucapan yang paling bodoh."
Alamat Akun
http://mumtahah_annisa.kotasantri.com
Bergabung
19 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Jakarta Barat - DKI Jakarta
Pekerjaan
IRT
http://li4ni.multiply.com
Tulisan Mumtahah Lainnya
Menjadi Wanita Shalehah
17 Mei 2012 pukul 13:30 WIB
Hijab; Tolak Ukur Menilai Kepribadian Muslimah
5 April 2012 pukul 14:15 WIB
Peran Wanita dalam Dakwah Rasulullah SAW
12 Januari 2012 pukul 14:15 WIB
Nasihat Rasulullah SAW kepada Aisyah
20 Oktober 2011 pukul 14:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Selasa, 22 Mei 2012 pukul 16:00 WIB

Rencana Terindah

Penulis : Mumtahah Annisa

Jatuh bangun menapaki perjalanan hidup ini, pasti pernah kita lewati karena dunia memang tempatnya kita mendapatkan pentarbiyahan dari-Nya.

Acapkali ketika kita mendapatkan sebuah kebahagiaan kadang tanpa sadar kita meluapkannya dengan begitu berlebihan, begitu juga sebaliknya ketika mendapatkan musibah, tanpa sadar kita kadang menyalahkan ketentuan dari-Nya.

Ketika kegagalan menghampiri kita, tidak jarang kita benar-benar terpuruk dan berputus asa. Seperti yang pernah saya alami dulu, tidak bisa melanjutkan sekolah sampai ke perguruan tinggi, benar-benar down sampai sakit, hanya bisa menangis dan menyalahkan keadaan. Kenapa, kenapa, dan kenapa? Pertanyaan yang dimulai dengan kenapa itulah yang sering muncul di kepala saya pada saat itu.

Cita-cita saya pupus sudah. Itulah pikiran saya pada saat itu. Tapi seiring berjalannya waktu, akhirnya bisa menerima walaupun benar-benar belum ikhlas, karena jujur saja begitu irinya saya ketika mendengar teman-teman saya sudah menjadi sarjana, sudah bisa menggapai cita-cita mereka.

Satu hal lagi yang benar-benar membuat saya terpuruk, ketika mama meninggal. Jangankan untuk melihat dan mendampinginya di saat-saat terakhir hidupnya, melihat beliau dimakamkanpun saya tidak dikasih kesempatan. Ah, kenapa harus saya?

Belum benar-benar bisa bangkit dan tegar, sebulan kemudian adik bungsu menyusul mama. Sayapun tidak dikasih kesempatan untuk bisa melihat adik dimakamkan. Kenapa harus saya? Kenapa? Saya benar-benar jatuh, rasanya susah untuk bangkit lagi pada saat itu, tapi alhamdulillah saya punya teman-teman yang benar-benar memberikan semangat.

Sekarang, baru saya bisa memetik hikmah dari semua kejadian itu. Kalau saja pada saat itu saya menyaksikan proses pemakaman mama dan adik, mungkin saya akan pingsan karena tidak kuat. Bagaimana tidak, selama 4 tahun sejak lulus SMA, saya merantau dan belum pernah sekalipun pulang. Giliran pulang pada saat mama meninggal.

Sekarang setelah menikah dan mempunyai seorang anak, saya justru bisa mengajar sambil kuliah. Pikiran saya dulu bahwa cita-cita akan pupus ternyata salah.

Benar adanya, apa yang saya jalani saat itu, itulah yang terbaik untuk saya. Dan Allah benar-benar mempunyai RENCANA TERINDAH di balik itu semua.

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.” (QS. Al-Baqarah : 45-46).

http://li4ni.multiply.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mumtahah Annisa sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Widia | guru
Semailah hikmah dengan berpikir, tumbuhkan hikmah dengan menulis, dan petiklah hikmah dengan membaca. Semuanya bisa dilakukan di KotaSantri.com. Tampilannya keren, biru menyejukkan. I like it! Tulisannya sederhana, indah, dan sarat makna. Bisa nulis dan bisa baca juga. Semoga selalu memberikan manfaat bagi pengunjungnya.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1340 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels