QS. At-Taubah 9 : 129 : "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepadaNya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung."
Alamat Akun
http://nunuk.kotasantri.com
Bergabung
20 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Makassar - Sulawesi Selatan
Pekerjaan
Swasta
nunuk_mey
Tulisan Nurhayati Lainnya
Curhatku KepadaMu
23 April 2010 pukul 20:25 WIB
Persembahanku untuk Sahabat
31 Maret 2010 pukul 20:50 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Ahad, 7 Maret 2010 pukul 15:00 WIB

Terima Kasih, Bos!

Penulis : Nurhayati Nurdin

"Terima kasih, Bos." Ungkapan tersebut sering terdengar dari lisan seorang bawahan kepada atasannya. Namun, ucapan seperti itu justru menjadi hal yang aneh dan langka, karena keluar dari lisan seorang penumpang kepada pengemudi angkutan umum.

Suatu sore, dalam perjalanan dengan menggunakan kendaraan umum, di hadapanku telah duduk 2 orang pria. Mereka tampaknya sedang asyik bercakap-cakap tentang sesuatu. Meski kurang tahu persis mengenai apa yang mereka perbincangkan, namun setelah kuperhatikan, ternyata salah seorang di antara mereka itu sering memanggil rekannya dengan panggilan "bos".

Rupanya, mereka hanya sebentar saja menaiki kendaraan yang kami tumpangi. Karena sesaat kemudian, mereka meminta supir untuk menghentikan kendaraannya. Dan, lagi-lagi terdengar dari salah seorang di antara mereka, ungkapan seperti sebelumnya, yakni "bos".

Namun kali ini bukan kepada rekannya, tapi ia tujukan kepada pengemudi angkutan umum yang kami tumpangi. Sambil menyerahkan ongkos, dengan entengnya ia mengucapkan, "Terima kasih, bos!"

Subhanallah, ternyata reaksi yang timbul dari sang pengemudi, yang sebelumnya selama perjalanan sering terlihat marah-marah dan bermuka masam, sontak berubah ketika mendengar ucapan pria tersebut. Sambil tersenyum, pengemudi itu menjawab, "Ya, terima kasih kembali, dek!"

Aku sadar. Penghargaan, ya, penghargaan dan sikap sopan kadang kala kita lupakan. Padahal boleh jadi, dengan sikap yang sopan, disertai ungkapan sederhana yang keluar dari lubuk hati yang dalam untuk menghormati orang lain, Insya Allah orang lain akan merasa tersanjung dan merasa kita hormati.

Semua orang sebenarnya menginginkan dirinya dihormati, maka jika ingin dihormati, tampaknya kita pun harus belajar untuk menghormati dan menghargai orang lain. Memang, hal seperti itu sulit. Namun tidak ada salahnya, jika kita masing-masing mau mencoba, Insya Allah, akan kita dapat sesuatu yang berharga, buah dari sikap kita yang mau mencoba untuk menghargai dan menghormati orang lain.

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Nurhayati Nurdin sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Lina | staff adm
Subhanallah... Ingin sekali bisa bergabung, berbagi cerita, dan bertanya. Artikelnya bagus-bagus.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1231 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels