Ali Bin Abi Thalib : "Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) dan harta terhukum. Harta itu kurang apabila dibelanjakan, tapi ilmu bertambah apabila dibelanjakan."
Alamat Akun
http://12345.kotasantri.com
Bergabung
23 April 2009 pukul 03:58 WIB
Domisili
Jakarta - DKI Jakarta
Pekerjaan
Penulis Freelance
Penulis buku Bela Diri for Muslimah : Siapa Bilang Perempuan Makhluk yang Lemah. Untuk bersilaturrahim, silakan kunjungi : http://sebuahrisalah.multiply.com atau FB / Imel : bujangkumbang@yahoo.co.id
Tulisan Fiyan Lainnya
Demi Seperak Rupiah
17 Mei 2009 pukul 16:09 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Sabtu, 27 Juni 2009 pukul 15:00 WIB

Tak Ada Tausyiah Pagi Ini

Penulis : Fiyan Arjun

Beberapa minggu yang lalu, saya mendapatkan sebuah pesan singkat di ponsel saya. Singkat, tapi mengena. Entah, pesan singkat itu dikirim oleh siapa, saya sendiri juga tak tahu, karena dalam memori ponsel saya tak tersimpan nomor si pengirim pesan singkat itu.

Pagi, pukul 05.10, pesan singkat tiba di ponsel saya. Dengan menggunakan nada dering pesan masuk suara ayam jantan, ponsel saya berkukuruyuk, berkokok lantang, menandakan ada pesan singkat masuk ke tubuh ponsel saya. Suara ayam jantan berhenti berkukuruyuk, saya pun langsung meraihnya yang kebetulan saya simpan di lemari televisi, lalu membacanya.

Kok nggak krm2 tausyiah lg sih, Mas…

Saya pun terkejut. Tapi saya tak langsung membalasnya ketika usai membacanya. Saya hanya bisa merenung. Sebegitu berartikah pesan singkat saya, yang lebih tepatnya kata-kata yang menyejukan hati yang saya kirim kepada mereka? Padahal, pesan singkat yang saya kirim hanya berupa syair-syair atau puisi made in my self. Dan juga sekali-sekali saya mengutip hadits maupun potongan hikmah dari para tabi’in.

Mengapa saya katakan mereka? Karena, jika ponsel saya sedang bernyawa, saya memang selalu mengirimkan pesan singkat kepada sebagian kawan-kawan saya yang sudah saya kenal betul. Mungkin karena saya kebiasaan mengirimkan pesan-pesan singkat seperti itu, lalu ketika saya tak mengirimkan pesan singkat beberapa minggu, mereka merasa kehilangan saya. Mungkin.

Memang, sudah beberapa minggu ini saya sudah tidak sempat lagi mengirimkan pesan-pesan yang menyejukan hati, sebab saya bukanlah seseorang yang patut memberikan hal seperti itu. Saya masih minim ilmu. Pun saya mengirimkan pesan-pesan singkat itu tak terbersit sama sekali di benak untuk minta dibalas. Toh, mereka sudah membaca pesan singkat yang saya kirim pun, saya sudah merasa senang. Saya benar-benar tak mengharapkan hal itu.

Namun, ketika pagi itu saya mendapatkan pesan singkat seperti itu, saya jadi diiingatkan kembali dengan kebiasaan saya untuk mengirimkan pesan-pesan singkat yang menurut mereka sangat menyentuh hati, bahkan ada yang merasa terketuk. Entahlah, tapi bagi saya, mengirimkan pesan singkat seperti itu semata-mata untuk menghibur diri saya sendiri. Tak lebih. Hanya itu saja!

Tetapi, pesan singkat pagi itu, membuat saya bangkit untuk kembali mengirim pesan singkat yang menyejukan hati kepada mereka, setiap pagi, hingga diri saya tak dapat berkata-kata lagi. Dan jangan sampai terbesit dalam benak saya untuk mengirim pesan kepada mereka dengan pesan singkat, "Tak Ada Tausyiah Pagi Ini!" Tak akan! Dan tidak akan pernah!

Terima kasih sudah mengingkatkan saya untuk kembali mengirimkan tausyiah pagi hari ini!

Fy,
Mencoba untuk memuhasabah diri.

Ciputat - Tangerang, 22 Juni 2009.

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Fiyan Arjun sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

mashalli | karyawan
Alhamdulillah... Meski baru bergabung di KSC, semakin nambah wawasan dan berbagi pengalaman religius.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.2106 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels