|
HR. Muslim : "Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada sosokmu dan hartamu, tetapi Dia akan melihat kepada hatimu dan amalanmu."
|
Senin, 30 Maret 2009 pukul 15:40 WIB
Penulis : Nur Mashita
Diteriknya matahari, selepas dzuhur Minggu siang, saat kebanyakan orang bersantai menikmati waktu libur di rumah untuk berkumpul dengan keluarga, tapi subhanallah, masih ada segelintir orang yang dengan Basmallah melangkah berjalan menuju tempatku yang belum pernah mereka kenal langsung dengan bertatap muka.
Dengan niat, insya Allah, karena Allah untuk membangun tali silaturrahim dan memperoleh ilmu dari ulama, alhamdulillah, acara home visit teman-teman KotaSantri.com (sebuah komunitas pertemanan Islam via internet) ke rumahku berlangsung lancar dan diisi dengan kajian bertema "Cinta Karena Allah" oleh seorang ustadz yang bernama Ustadz Restu Sugiharto (Ust. Cinta).
Insya Allah, karena Allah-lah niatku membangun setiap hubungan silaturrahim baru dengan orang-orang yang baru kukenal di berbagai waktu, tempat, dan kesempatan. Dengan berlandaskan ukhuwah Islamiyah, akan tetap kujaga silaturrahim yang sudah ada dan akan terus kurangkai hubungan silaturrahim yang baru dengan siapa pun, dengan niat karena Allah.
"Silaturrahim adalah salah satu bentuk ibadah. Bila setiap ibadah dilakukan karena Allah, tak kan ada rasa berat, rasa beban, dan rasa penyesalan dalam menjalani ibadah tersebut. Tapi justru sebaliknya, akan terasa ringan, mudah, dan menyenangkan, baik dalam proses maupun hasilnya, insya Allah," demikian kata Sang Ustadz ketika mengawali tausyiahnya.
Demikian pula dengan urusan cinta (mahabbah), suatu kata yang tak pernah ada habisnya dan tak pernah ada sepinya dalam membahas topik itu. Berbagai definisi dan istilah tentang cinta telah terungkap dan terurai. Tapi satu hal yang pasti, cinta itu kan menjadi indah, menjadi kekuatan, dan membawa kedamaian serta kebahagian bagi manusia, bilamana cinta itu didasari oleh cinta karena Allah.
Landaskan setiap cintamu karena Allah, bagaimana caranya? Marilah kita telaah bersama di relung hati kita masin-masing, sudahkah hati ini bersih dan ikhlas menjalin hubungan dengan Tuhanmu, yaitu Allah SWT? Karena hati yang bersih adalah tempat bersemayamnya iman, cinta, kelembutan, keikhlasan, dan sifat-sifat baik lainnya. Sesungguhnya Allah merindukan hambaNya yang selalu dekat dan akrab kepadaNya, bergantung dan berharap kepada kekuasaanNya, memohon dan bermunajat kehadiratNya, serta senantiasa memuji dan mengagungkan asmaNya.
Tausyiah Sang Ustadz yang ringan, begitu mengena di kalbu. Dan karena pertemuan itu mayoritas dihadiri oleh teman-teman yang masih belum menikah, maka Sang Ustadz memberikan tips tentang Cinta yang berkaitan dengan menjemput jodoh, yakni bagaimana agar bisa dengan segera menemukan dan menjemput cinta seseorang yang kita cintai dan sukai karena Allah.
"Bila cintamu karena Allah, insya Allah tak ada putus asa, dendam, sedih, serta kecewa berkepanjangan bila dalam ikhtiar mencari pasangan belum berhasil, tapi tetaplah melangkah dengan percaya diri dengan diiringi terus memperbaiki diri dalam segala hal. Tingkatkan kualitas ibadah kepada Allah dan luaskan pergaulan. Insya Allah bukan hanya jodoh yang akan didapat, tapi akan banyak teman, sahabat, dan kerabat baru."
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Nur Mashita sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.