|
QS. At-Taubah 9 : 129 : "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepadaNya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung."
|
|
|
http://kotasantri.com |





Jum'at, 22 November 2013 pukul 20:00 WIB
Penulis : Redaksi KSC
Perasaan sedih terasa menyeruak ke permukaan, tatkala cobaan yang Allah berikan terasa membebani. Padahal kapasitas cobaannya bisa dibilang ringan. Kita mungkin bukan hanya satu-satunya orang yang mendapat cobaan. Bahkan mungkin saja penderitaan atau cobaan kita tidak seberapa bila dibandingkan dengan cobaan yang menimpa orang lain.
Berapa banyak di dunia ini orang yang terbaring sakit di atas ranjang selama bertahun-tahun dan hanya mampu membolak-balikkan badannya saja, lalu merintih kesakitan dan menjerit menahan nyeri. Berapa banyak orangtua yang harus kehilangan buah hatinya, baik yang masih belia dan lucu-lucu, atau yang sudah remaja dan penuh harapan. Betapa banyaknya di dunia ini orang yang menderita, mendapat ujian dan cobaan, belum lagi mereka yang harus setiap saat menahan himpitan hidup.
Seringan apapun cobaan, ternyata sangat membebani perasaan, apapun itu cobaannya. Dan ini bisa dibilang karena lemahnya iman. Iman kita pada saat itu mungkin berada pada titik terendah, sehingga cobaan yang menimpa terasa berat membebani. Padahal dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 286, di sana dikatakan bahwa, "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya." Tetapi, pada saat itu, perasaan sedih tetap saja ada tak terbendungkan. Itulah mungkin karena kurangnya iman. Astaghfirullah...
Seperti yang kita ketahui, masing-masing orang mempunyai tingkat keimanan yang bervariasi, hanya Allah-lah yang paling tahu kualitas keimanan seorang hamba. Makin tinggi kualitas iman seseorang, makin berat pula cobaan yang harus dihadapinya. Tak heran jika para Nabi harus mengemban cobaan yang sangat berat. Terlepas dari berat atau ringannya cobaan yang diberikan Allah, yang pasti cobaan itu akan tetap dialami seorang hamba selama ia berjalan di muka bumi.
"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar; (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, "Inna lillaahi wa inna ilaihi raaji'uun". Mereka itulah yang mendapatkan keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS. Al-Baqarah [2] : 155-157).
Sahabat... Tengoklah kanan kiri. Tidaklah kita menyaksikan betapa banyaknya orang yang sedang mendapatkan cobaan dan betapa banyaknya orang yang sedang tertimpa bencana. Telusurilah, di setiap rumah pasti ada yang sedang merintih, dan setiap pipi pasti pernah basah oleh air mata. Sungguh, betapa banyaknya penderitaan yang terjadi, dan betapa banyak pula orang-orang yang sabar menghadapinya, dan betapa banyak pula orang-orang yang tidak sabar menghadapinya yang memerlukan uluran tangan kita.
Abu Luthfi Ar-Rasyid # Dimuat Ulang dari Arsip KSC # 07-05-2008
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Redaksi KSC sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.