QS. Ali Imran : 3 : "Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung. "
Alamat Akun
http://fadhil.kotasantri.com
Bergabung
5 Januari 2011 pukul 04:45 WIB
Domisili
Jakarta Timur - DKI JAKARTA
Pekerjaan
Mahasiswa
Seseorang yang tak akan pernah berhernti untuk belajar Silahkan berkunjung ke http://spiritoflearner.com
http://spiritoflearner.com
fadhil_billionaires@rocketmail.com
fadhil_billionaires@rocketmail.com
http://facebook.com/learners
Tulisan Muh Lainnya
Tempe dan Telur Gosong
22 Oktober 2013 pukul 22:00 WIB
Berhentilah Mengeluh
15 Oktober 2013 pukul 20:00 WIB
Kekurangan Diri
24 September 2013 pukul 21:00 WIB
Tindakan Kita Sebatas Kita Memandang Dunia
3 September 2013 pukul 22:00 WIB
Berpikir Sederhana
23 Juli 2013 pukul 22:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Percik

Jum'at, 8 November 2013 pukul 19:00 WIB

Jangan Mengatakan SUSAH

Penulis : Muh Fadhil

Ada seseorang yang susah bangkit dari keterpurukan setelah di PHK. Dia mau mencari kerja, umur sudah tidak muda lagi. Dia mau menjalankan bisnis, tetapi sudah berkali-kali mencoba tidak ada satupun yang berjalan. Dia selalu berhenti di tengah jalan.

Apa yang menjadikan dia selalu berhenti? Sederhana, karena dia begitu akrab dengan kata susah atau sulit. Dia berkata bahwa dia sudah berusaha, tapi ternyata sulit. “Ternyata susah juga untuk membangun bisnis.” Dan berbagai komentar lainnya yang bernada sulit.

Dia terus berkata susah, sulit, susah, sulit, tidak mudah, dan sebagainya. Banyak orang yang seperti ini!

Sahabat, coba pikirkan. Jika bisnis itu mudah, tentu akan banyak sekali orang yang berbisnis dan kaya raya. Pada kenyataannya memang sedikit sekali orang yang mau berbisnis dan bertahan di bisnis. Karena memang, bisnis itu susah, bisnis itu sulit, dan perlu kerja keras untuk menjalankannya. Bisnis memang hanya untuk orang yang berani, tekun, sabar, dan mau kerja keras sampai berhasil.

Sekarang, pilihan kita. Apakah mau melewati masa susah atau tidak?

Jika kita punya kemauan, maka ambillah tindakan. Jika susah, kita bisa belajar. Jika tidak tahu, kita bisa mencari tahu. Jika lama, kita bisa bersabar. Jika tidak punya modal, kita bisa mencari modal. Jika tidak bisa mencari modal, kita bisa belajar mencari modal. Allah sudah memberikan potensi kepada kita. Kita punya hati, punya akal, dan punya energi. Gunakanlah.

Memang akan banyak menghadapi masalah. Tapi Allah sudah memberikan akal kepada kita untuk mengatasi masalah. Memang perlu kerja keras, tapi Allah sudah memberikan tangan dan kaki kepada kita untuk bekerja keras. Allah sudah memberikan sistem pencernaan yang bisa mengubah makanan menjadi energi. Apa lagi yang kurang?

Sahabat, jangan berhenti karena susah. Kita sudah diberik potensi yang dahsyat oleh Allah untuk mengatasi kesulitan yang kita hadapi. Kesulitan memang untuk kita hadapi, untuk kita lewati, sebab kemudahan akan datang setelah kesulitan.

“Kelapangan itu (datang) setelah kesempitan serta bahwa kemudahan itu (datang) setelah kesulitan.” (HR. Ahmad).

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Asy-Syarh : 5-6).

Sahabat, semua orang sukses pernah mengalami masa-masa susah. Mereka menghadapi kesulitan seperti kita. Hanya saja, mereka tidak berhenti. Oleh karena itu, kitapun sama, jangan berhenti karena susah.

Ditulis oleh Rahmat

http://spiritoflearner.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Muh Fadhil sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

M. Hilmy | Wiraswasta
Insya Allah... Isinya ringan seperti kapas, berbobot seperti baja, dan dalam seperti samudera.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0948 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels