HR. Ibnu Majah dan Abi Ad-Dunya : "Secerdik-cerdik manusia ialah orang yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling gigih membuat persiapan dalam menghadapi kematian itu."
Alamat Akun
http://bayugawtama.kotasantri.com
Bergabung
5 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Tangerang - Banten
Pekerjaan
Social Worker
http://twitter.com/bayugawtama
Tulisan Bayu Lainnya
Cuma Duri
26 Mei 2013 pukul 08:00 WIB
Sang Guru Cinta
21 Mei 2013 pukul 22:00 WIB
Namanya Sudah di Genggaman Allah
20 Mei 2013 pukul 10:00 WIB
Bukan Kepalanya, Tetapi yang Ada di Dalamnya
14 Mei 2013 pukul 09:00 WIB
Separuh Jalan
8 Mei 2013 pukul 21:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Percik

Selasa, 28 Mei 2013 pukul 21:12 WIB

(Sebelum) Tak Bisa Menolak

Penulis : Bayu Gawtama

Saat terdengar adzan subuh, kita masih sering menolak panggilan itu dan menjawabnya dengan tarikan selimut dan kembali terlelap. Begitu pula dengan panggilan shalat dzuhur, ashar, maghrib, dan isya. Beragam alasan mengemuka untuk menunda atau bahkan menolak panggilan itu. Mulai dari alasan sibuk, banyak pekerjaan, malas, sedang sakit, atau minimal kalimat "Sebentar lagi..." meski kalimat itu sekadar alasan untuk tidak memenuhi panggilan shalat.

Sudah lazim di berbagai perumahan di kampung maupun perkotaan, selalu saja ada kegiatan rutin di masjid berupa pengajian atau undangan acara keagamaan lainnya. Kajian ibu-ibu atau bapak-bapak biasa diselenggarakan satu kali dalam sepekan. Sekali tidak hadir, kedua, dan ketiga tidak hadir, mungkin para tetangga akan mengunjungi rumah dan bertanya, "Kenapa tidak hadir?"

Sejurus kemudian, undangan kebaikan itu pun terjawab dengan beraneka alasan; sibuk, tidak sempat, lelah, kajiannya dianggap tidak bermutu, waktunya yang tidak tepat, dan lain-lain.

Belum lagi kadang kita merasa lebih pintar, menganggap pengajian-pengajian di majelis taklim dan masjid itu tidak akan menambah ilmu. Padahal pengajian tidak melulu persoalan ilmu baru. Sesuatu yang pernah kita dapatkan sebelumnya, bisa teringatkan kembali dalam forum-forum kajian. Kalau pun tetap merasa tidak ada yang baru, minimal kita mendapatkan keberkahan dari silaturrahim sesama warga dan tetangga.

Begitu mudah lidah ini menolak undangan dan ajakan-ajakan kebaikan, meski sebenarnya kita dalam kelonggaran untuk memenuhinya. Padahal semua ajakan itu sangat mungkin menambah perbekalan kita saat benar-benar tidak bisa menolak panggilan dari Allah melalui pesuruhNya, Izrail. Sebelum panggilan terakhir itu tiba, cobalah untuk tidak melulu menolak ajakan kebaikan. Semoga masih ada waktu.

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Bayu Gawtama sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Fariz Aziz | Mahasiswa
Alhamdulillah KotaSantri.com masih ada. Udah 2 tahun nich gak browsing web ini.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1081 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels