QS. Ali Imran : 3 : "Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung. "
Alamat Akun
http://fauziah_humaira.kotasantri.com
Bergabung
6 November 2010 pukul 06:09 WIB
Domisili
Banda Aceh - Nanggroe Aceh Darussalam
Pekerjaan
mahasiswa
optimist but realistic n logic
fziah05@ymail.com
http://facebook.com/fauziah humaira
http://twitter.com/sihaizirah
Tulisan Fauziah Lainnya
Aku Cemburu
4 Februari 2013 pukul 17:00 WIB
Izinkan Aku Cemburu
31 Januari 2013 pukul 19:00 WIB
KUHP (Kasih Uang Habis Perkara)
22 Januari 2013 pukul 10:00 WIB
Do'akan Aku Cepat Pulang
21 Januari 2013 pukul 13:30 WIB
Cakradonya dan Persahabatan
15 Januari 2013 pukul 14:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Percik

Selasa, 5 Februari 2013 pukul 17:00 WIB

Kenapa Harus Ragu?

Penulis : Fauziah Humaira

Keraguan selalu datang tanpa melihat usia ataupun jenis kelamin. Tak pandang bulu, mungkin begitu tepatnya. Datangnya tidak diundang, tapi tidak akan pulang kalau tidak diusir. Itulah dia, “ragu”. Saya yakin, setiap orang pasti mengalaminya. Saat ragu, lakukanlah! Hal Ini mungkin sangat sulit, karena yang kita kenal selama ini ragu-ragu mundur. Sungguh, ragu itu sahabatnya setan, siapa yang mau berteman dengan setan? Setan itu mahkluk terkutuk dan ingkar.

Mari sejenak kita membayangkan di luar rumah kita saat butiran salju dan hembusan angin datang. Kita akan lebih memilih untuk berada di rumah daripada keluar dengan alasan untuk menjaga kesehatan. Hal yang aneh ketika datang seorang yang renta ke luar dari rumahnya hanya untuk membelah kayu. Ada apa dengan peristiwa kecil ini? Inilah yang disebut seni total non-hidup. Salah satu penyakit yang mungkin kita lupakan saat ini, yaitu kecenderungan untuk mengobservasi ketimbang berbuat, menghindar daripada melibatkan diri, kecendrungan untuk mengalah pada kesulitan, berbagai ungkapan negatif yang terus mengarahkan kita untuk berhati-hati, untuk terus waspada pada pendekatan kita terhadap hal kompleks yang disebut kehidupan ini. Mengapa si renta itu begitu berani menentang salju untuk ke luar rumah, sedangkan yang lain memilih untuk tidak ke mana-mana? Satu kata “yakin”, dia yakin dengan apa yang dia lakukan. Berpikir positif dari setiap peristiwa.

Contoh dekatnya, di saat kita berada di bangku sekolahan. Setiap guru pasti sudah ada julukannya oleh para senior. Guru killer, mungkin itu yang paling popular. Sebagai anak baru, pastinya akan terima saja mentah-mentah kalau guru itu memang killer. Hanya sebagian kecil mungkin yang ingin mengalaminya sendiri, walhasil tidak semua yang mereka katakan itu benar.

Saat ragu, lakukanlah! Jangan terbelenggu dengan pola pikir yang belum tentu benar adanya. Segala sesuatu yang bergantung pada serangkaian keputusan-keputusan kita masing-masing, tetap harus diambil, keputusan-keputusan yang menjelaskan perbedaan antara hidup dengan non-hidup.

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Fauziah Humaira sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Moh. Iwan Ihyak Ulumuddin | Pelajar
Ingin sekali gabung, sharing ilmu, and so on.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1272 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels