|
Umar bin Abdul Aziz : "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika engkau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
|
|
mr_rius_boys@yahoo.co.id |
|
fasihul.Rasyid@gmail.com |
|
|
mr_rius_boys@yahoo.co.id |
|
mr_rius_boys@yahoo.co.id |
|
mr_rius_boys@yahoo.co.id |
|
http://twitter.com/@Mryuz_boys |

Jum'at, 19 November 2010 pukul 17:15 WIB
Penulis : Fasihul Al Rasyid
"Sahabat, tahu tidak tentang hewan yang bernama Panda?" Hewan yang satu ini mempunyai nama latin Ailuropoda Melanoleuca, yakni seekor mamalia yang biasanya diklasifikasikan ke dalam keluarga beruang, hewan yang begitu lucu dan suka sekali makan bambu.
"Apakah sahabat tahu bahwa sebenarnya panda itu adalah karnivora atau hewan pemakan daging?" Lalu kenapa panda makan bambu?
Panda asalnya adalah karnivora dan seharusnya makan daging untuk hidup. Tapi, "Mereka makan rumput bambu, tahukah sahabat mengapa demikian?"
Jawabanya cukup sederhana, panda itu lebih "menyukai" rumput bambu ketimbang makan daging. Hanya karena alasan itu, panda makan rumput bambu walaupun membutuhkan waktu yang cukup lama bagi tubuh mereka untuk mencerna bahkan terkadang panda itu sakit parah setelah memakan rumput bambu.
Panda sangat menyukai rumput bambu, sampai-sampai menambah jari mereka! Tidak ada yang memaksa panda untuk melakukan itu karena bisa menyebabkan hal yang buruk! Selain itu, panda sekarang mulai sulit mengumpulkan rumput bambu karena pembangunan mulai mengusur habitatnya. Tapi, walaupun begitu, panda bersedia menempuh semua kesulitan demi sesuatu yang panda sukai. Sungguh mengagumkan bukan?
Mengetahui itu, aku sendiri kagum akan hewan pemakan rumput, bahkan panda menyulitkan diri sendiri demi apa yang mereka sukai. Namun, dibanding dengan panda-panda itu, aku sungguh malu. Sahabat, bisa dibilang aku adalah orang yang menyukai menulis tapi ketika aku tidak bisa mendefinisikan apa yang ingin aku ceritakan, terpintas dalam pikirku untuk berhenti untuk menulis.
Aku sungguh malu, sahabat. Aku terlalu takut untuk mencoba dan terlalu cepat untuk menyerah. Aku juga tidak tahu apakah tulisanku ini bagus atau tidak, namun bagiku inilah mahakaryaku. Dan dari panda-panda itu aku belajar untuk, "Hadapilah apa yang akan terjadi nanti dengan senyuman, walaupun terjadi hal yang terburuk padamu. Ingatlah bahwa Allah selalu bersamamu dan semua ini adalah pelajaran berharga buatmu di kehidupanmu nanti."
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Fasihul Al Rasyid sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.