HR. Ibnu Majah dan Abi Ad-Dunya : "Secerdik-cerdik manusia ialah orang yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling gigih membuat persiapan dalam menghadapi kematian itu."
Alamat Akun
http://merik.kotasantri.com
Bergabung
11 Desember 2009 pukul 00:24 WIB
Domisili
malang - jawa timur
Pekerjaan
teknik
http://b0l4n9.blogspot.com/
mas.bolang@yahoo.co.id
merik.parmanto@gmail.com
Pelangi
Pelangi » Percik

Jum'at, 13 Agustus 2010 pukul 18:30 WIB

Ujian dalam Hidup

Penulis : merik parmanto

Semua makhluk hidup yang diciptakan Tuhan di dunia ini pasti akan dihadapkan pada masalah. Terlebih manusia yang diciptakan sebagai pemimpin akan dihadapkan pada problematika kehidupan. Tanpa memandang batas usia dan jenis kelamin maupun status sosial. Bayi yang baru lahir pun bisa saja memiliki masalah tanpa meminta persetujuan dari kedua orangtuanya. Seperti cacat fisik, kelainan pada jiwa, atau bayi kembar siam.

Ada orang yang memilki banyak harta kekayaan, rumah mewah, kendaraan, dan perusahaan dimilikinya, namun apa yang kelihatan di mata sesungguhnya tidak sama dengan kenyataan sebenarnya. Orang kaya pun tidak ada jaminan terbebas dari masalah. Baik masalah dalam rumah tangganya atau masalah dalam perusahaan yang dipimpinnya. Begitu pun orang miskin tidak juga lepas dari masalah, yaitu masalah kekurangan harta, kurang makan, kurang gizi, dan lain sebagainya.

Pendek kata, semua orang pasti memilki masalah. Baik itu masalah dengan keuangan, kesehatan, kehidupan rumah tangga, kemiskinan, kekayaan, dan masih banyak lagi. Setiap orang tidak dapat menghindar dari masalah, semua mesti dihadapi. Kita tidak dapat lari dari masalah, karena ke mana pun kita pergi, pasti akan menjumpai masalah-masalah. Jika satu masalah selesai, maka akan datang masalah baru.

Masalah-masalah dalam hidup ini memiliki kadarnya masing-masing. Ada orang yang ditimpa dengan masalah yang begitu berat, sehingga mampu melumpuhkan kesadarannya, jiwa terguncang, dan syaraf logikanya terputus sehingga menyebabkan gila. Begitu berat beban dirasakan sehingga hidup ini serasa menjadi gelap, bahkan banyak orang yang memutuskan mengakhiri hidupnya karena tak kuasa ia menahan beban hidup.

Ada orang miskin yang gelisah dengan kemiskinannya. Takut tidak bisa makan, takut tak mampu menyekolahkan anak-anaknya dan ketakutan-ketakutan yang lain. Dia hidup dalam kecemasan sehingga jika imannya lemah, maka dia akan berbuat apa saja demi mempertahankan hidupnya. Jalan haram pun bisa ditempuhnya dengan alasan untuk bisa makan. Karena kurang sabar dalam menghadapi cobaan kemiskinan yang dia hadapi, maka dia tergoda untuk melakukan tindakan yang tidak terpuji.

Ada juga orang kaya yang selalu dipusingkan dengan harta kekayaannya. Dia gelisah karena takut hartanya dirampas orang, takut kena bencana alam, takut rugi, takut ditipu orang, dan lain sebagainya. Hingga hartanya menjadi penyebab segala masalah dalam hidupnya. Orang-orang seperti ini adalah orang yang begitu cintanya kepada harta bendanya. Hingga ada orang yang membawa harta bendanya ke dalam liang kuburnya saat mati. Na'udzubillah.

Ada pula orang-orang yang memiliki masalah karena ditimpa musibah bencana alam. Rumahnya hancur tak tersisa dan keluarganya mati tertimpa bencana. Begitu berat dirasakan musibah yang menimpa hingga tangis dan derai air mata hingga histeris karena hati tak siap dengan kedatangan musibah yang diluar dugaan.

Setiap masalah pasti dan pasti akan menimpa kita berapa pun kadarnya. Barat dan ringan masalah tersebut, kita mesti hadapi. Sebelum masalah datang, yang mesti kita siapkan adalah mental dan jiwa kita agar kita mampu menghadapinya. Kadang masalah yang datang kepada kita dikarenakan kecerobohan kita sendiri dalam membuat satu keputusan dalam hidup ini. Kekuranghati-hatian dalam menentukan pilihan seringkali mendatangkan masalah buat kita. Perlu sekali bagi kita untuk menyandarkan diri kita kepada agama dalam melangkahkan kaki kita, agar masalah yang kita hadapi tidak menimpa kita terlalu berat.

http://b0l4n9.blogspot.com/

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan merik parmanto sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Andree | Karyawan
Walaupun saya baru di KotaSantri.com, tapi saya sangat puas, karena penuh dengan ilmu agama, dan penggunaannya pun sederhana gak seperti yang lain, yang penuh dengan instruksi bahasa orang kafir, kasihan kan yang ingin ikut silaturrahmi tapi gak ngerti bahasanya seperti saya.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0984 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels