|
QS. Luqman:17 : "Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). "
|





Selasa, 18 Mei 2010 pukul 18:44 WIB
Penulis : Aini Mardiyah
“Allah (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahayaNya, seperti sebuah lubang yang tidak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam tabung kaca, (dan) tabung kaca itu bagaikan bintang yang berkilauan, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di timur dan tidak pula di barat, yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah memberi petunjuk kepada cahayaNya bagi orang yang Ia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. An-Nur : 35).
Subhanallah… Betapa indah digambarkan, sebuah hidayah dalam ayat-ayat cintaNya. Agar tambah meresap ke hati, coba kita baca sekali lagi ayat di atas. Indah bukan?! Resapi tiap kata-kata dan makna yang terkandung di dalamnya.
Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa tidaklah mudah menggapai sebuah kebaikan. Memerlukan proses yang cukup panjang dan melelahkan untuk kita bisa mencerna, memahami, serta mengamalkannya sebagai jalan dari sebuah penghayatan. Memerlukan usaha yang ekstra keras untuk kita dapat meraih kesejatian cinta, mereguk, kemudian membaginya kepada sesama sebagai wujud dari sebuah loyalitas dari seorang hamba kepada Rabb-nya.
Sahabat, tak bosan kuajak dirimu senantiasa berkaca. Seberapa banyakkah perbekalan yang telah kita persiapkan untuk menghadapNya? Sementara kita hanya bisa menunggu hidayah datang kepada kita untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik, bukan berusaha mencarinya dengan maksimal dan optimal. Sedang waktu terus berjalan, terus berjalan, hingga ia kian menipis. Sementara sisa waktu yang diberi tak mampu kita manfaatkan dengan sebaik mungkin, menumpuklah kesalahan demi kesalahan dan langkah yang ditempuh selama ini penuh kemudharatan. Bukankah dunia disediakan sebagai sarana untuk mengais perbekalan menuju akhirat?!
Kita flashback sejenak! Tanpa hidayah Allah, kita tidak mungkin dapat berjalan sejauh ini. Menelan pahit getir kehidupan, yang hakikatnya membuat kita semakin tegar dan dewasa. Tanpa hidayah Allah, kita tidak mungkin seberuntung sekarang. Menikmati sarana hidup lengkap dengan fasilitasnya, serta lingkungan yang hakikatnya memberi kesempatan untuk kita lebih dekat denganNya. Karena sesuatu apa pun yang Ia pilihkan untuk kita adalah yang terbaik, lalu apa yang telah kita berikan untukNya? Hingga Allah mendatangkan Islam untuk kita, agar menjadi solusi bagi pengikutnya di dunia.
Islam… Bukan cuma aturan, karenanya harus jadi tuntunan.
Islam… Jalan untuk selamat, selamanya di dunia dan akhirat
(Islam - Gradasi)
Apabila kita sudah menjadikan Islam sebagai tuntunan, pasti segala sesuatu yang bertentangan dengannya tidak akan kita ambil sebagai pilihan. Dalam bergaul, berperilaku, dalam hal apa pun. Menjadikan Islam sebagai tolak ukur atas apa-apa yang harus ditaati dan dijauhi.
“Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah memberi petunjuk kepada cahayaNya bagi orang yang Dia kehendaki.”
Sahabat, sudahkah kita termasuk di dalamnya? Menjadi orang-orang terpilih, yang mendapatkan cahayaNya, yang mampu menerangi kita di saat harus berjalan di tengah gelap, agar kelak tidak tersesat? Semoga.
Hidup… Bukanlah rangkaian mimpi yang indah
Bertabur senang tiada terhingga
Semoga setiap hembusan nafas cinta
MilikMu, Ya Rabb
Wallahu a’lam.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Aini Mardiyah sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.