|
HR. Ibnu Majah dan Abi Ad-Dunya : "Secerdik-cerdik manusia ialah orang yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling gigih membuat persiapan dalam menghadapi kematian itu."
|
|
|
http://rifarida.multiply.com |
|
rifatulfarida@ymail.com |
|
|
rifatulfarida@ymail.com |
|
rifatulfarida@ymail.com |





Jum'at, 2 April 2010 pukul 18:05 WIB
Penulis : Rifatul Farida
Mengawali cerita di pucuk-pucuk hujan. Menyambut baik setiap pergiliran rasa. Mengemas rapi gundah pada kantung-kantung ketenangan. Menjalani setapak demi setapak dalam guratan-guratan takdir. Ikuti prosesnya, nikmati setiap anugerah dengan kesyukuran tak terkira.
Memerankan setiap skenario dengan kemantapan keyakinan, akan kebaikan-kebaikan hidup yang muaranya hingga akhirat. Karena ungkapan klasik pada hakikatnya tetap menjadi rujukan valid, bahwa dunia adalah panggung sandiwara.
Mengulang kembali kisah-kisah di masa lalu, yang diperankan oleh orang-orang terdahulu, dalam bentuk berbeda, dengan versi yang berbeda pula. Namun muatan isi tetaplah sama. Dan setiap kita mendapatkan bagian-bagian peranan itu.
Menelisik lebih dalam tentang gerak kehidupan, yang ternyata hanya pengulangan-pengulangan kejadian demi kejadian. Dan tak perlu meraba lagi. Karena Allah yang Mahatahu telah memberikan petunjuk dalam kesucian Al-Qur'an. Kitab panduan yang telah membentangkan berbagai kisah kehidupan orang-orang terdahulu. Selami, dan ambil taburan hikmahnya. Itulah pengetahuan yang terjaga keasliannya meski hanya satu huruf. Agar setiap kita tepat memainkan peranan.
***
rf_yang meyakini bahwa kehidupan itu ladang amal
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rifatul Farida sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.