HR. Ad-Dailami : "Alangkah baiknya orang-orang yang sibuk meneliti aib diri mereka sendiri dengan tidak mengurusi aib orang lain."
Alamat Akun
http://yan.kotasantri.com
Bergabung
12 Maret 2009 pukul 10:18 WIB
Domisili
Bogor - Jawa Barat
Pekerjaan
Guru
pokoknya suka banget anak-anak
nur_lazuardi@yahoo.com
nur_lazuardi@yahoo.com
Tulisan Nurliyanti Lainnya
Bumerang Cinta
4 Mei 2009 pukul 17:33 WIB
Hujan
21 Maret 2009 pukul 17:45 WIB
Pelangi
Pelangi » Percik

Selasa, 11 Agustus 2009 pukul 17:21 WIB

Lidah

Penulis : Nurliyanti

Lidahku kembali hitam karena kuas pembersih itu telah lenyap. Ia telah berubah menjadi palu godam yang sukses meremukkan hatiku. Perlu waktu lama untuk kembali menyusun kepingan demi kepingan puzzle hati ini.

Semua terjadi karena ulah dia! Si kecil, merah kusam, tanpa tulang belakang. Dia yang berani menghujam ribuan panah dalam satu tembakan. Dia juga yang tega menghancurkan jaring kepercayaan. Tapi dia juga yang sanggup mengoles luka dengan sejuta kasih sayang.

Ibarat madu, ia bisa mendatangkan kupu-kupu elok, anggun nan rupawan. Tapi bisa juga mengundang tawon dengan sengatnya yang mematikan! Seperti pedang, ia bisa menangkis serangan dan melindungi kita. Tapi ia juga bisa menikam dalam sekali tusuk! Layaknya angin, ia bisa membelai kita dengan terpaannya yang lembut, namun bisa juga menjelma jadi topan yang mengangkat pohon besar hingga sang akar tercabut!

Dahsyat bukan?

Ah, mengapa begitu besarnya pengaruh si mungil ini? Apa yang membuatnya sedemikian tangguh? Apa karena ia dimiliki oleh setiap insan? Apa karena keberadaannya nyaris tak terlihat pandangan? Padahal ia hanya sebuah lidah, teman. Lidah…

Tak bisa dipungkiri, lidah kita sangat berharga. Tanpanya, dunia ini bisa hampa. Takkan ada untaian tegur sapa. Takkan ada lantunan merdu dari tiap penggubah syair. Takkan ada celotehan yang ikut meramaikan kicauan alam.

Tapi lidah kita amat berbahaya! Karenanya, tali silaturrahim bisa putus. Karenanya, senandung puja-puji bisa berubah menjadi seruan caci maki! Mengapa? Karena incaran dari lidah hanya satu, yaitu hati.

Dan perlu diwaspadai, jika hati telah tersakiti, dan penyakit hati mulai menggerogoti iman kita, ujung-ujungnya kita bisa gelap mata. Bukan akal yang akan bertindak, tapi hawa nafsu!

Fakta yang berbicara. Berapa banyak perkelahian yang berawal dari lidah? Berapa banyak tindak pembunuhan yang dimulai dari lidah? Sepele kan?

Karena itu, mulai dari sekarang, kita belajar menjaga si kecil berwarna merah ini. Kita pergunakan di jalan yang benar seperti berdakwah, berdzikir, mengaji, dan lainnya. Ingat, luka di hati sulit dicari obatnya. Makanya kita kontrol dia agar tak ke luar jalur. Syukur-syukur bisa terus melaju dengan mulus sampai pemberhentian terakhir hidup ini.

Teruntuk seseorang, maafin kesalahanku ya.

Wish you all the best!

Rabu, 01 Juli 2009

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Nurliyanti sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Ibu Hafif | Ibu RT
Webnya www.kotasantri.com bagus euy.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1176 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels