HR. Al Hakim : "Menyendiri lebih baik daripada berkawan dengan yang buruk, dan kawan bergaul yang shaleh lebih baik daripada menyendiri. Berbincang-bincang yang baik lebih baik daripada berdiam, dan berdiam adalah lebih baik daripada berbicara (ngobrol) yang buruk."
Alamat Akun
http://nurjanah.kotasantri.com
Bergabung
3 Juli 2009 pukul 03:00 WIB
Domisili
surakarta - jawa tengah
Pekerjaan
-
seorang istri yang berusaha untuk menjadi istri yang terbaik bagi suami tersayang..
wanursolo@yahoo.com
Tulisan Siti Lainnya
Penampilan Sempurna?
16 Juli 2009 pukul 20:00 WIB
Lepaskan Diri dari Cinta Dunia
15 Juli 2009 pukul 18:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Percik

Selasa, 21 Juli 2009 pukul 17:10 WIB

Lalui Ujian dengan Kesabaran dan Ketaqwaan

Penulis : siti nurjanah

Tak ada kalimat yang bisa terucap tuk ungkapkan perasaan yang tak tentu. Rasa yang entah kenapa? Aku pun tak tahu. Sulit sekali tuk dimengerti apa yang harus kulakukan. Rasa ini sangat menyiksaku, tak ada seorang pun yang bisa aku jadikan tempat tuk berbagi. Oh Tuhan, kuatkan dan bimbing hamba tuk melalui semuanya.

Astaghfirullah, cepat-cepat aku langsung berpikir bahwa dunia ini hanya sementara. Besok di akhirat semua berjuang sendiri-sendiri, mempertanggungjawabkan semua yang telah kita lakukan di dunia ini. Akhirat peradilan yang sangat adil, tidak ada yang bisa kita sembunyikan. Mulut yang biasanya bisa berkata dusta di dunia, menjadi terkunci tanpa kata. Tangan, mulut, dan kaki berbicara. Saat aku berpikir seperti ini, aku jadi merasa tenang. Bahwa semua yang terjadi di dunia ini adalah ketetapan Allah yang harus bisa dilalui dengan penuh ketabahan dan ketaqwaan kepadaNya.

Dunia ini tak ada yang abadi, yang ada hanyalah kesenangan yang menipu. Barangsiapa yang berjalan di dunia ini tidak dilandasi atas keimanan dan ketaqwaan, maka sungguh sangat merugi. Ibaratnya di dunia ini hanyalah sekedar mampir tuk kehidupan kekal abadi, yaitu kehidupan yang tidak ada lagi dusta.

Sering aku merasa bagaimana rasanya dibohongi, sungguh sangat sakit hati ini. Mungkin begitu juga dengan kalian. Tidak ada yang bisa kita lakukan selain hanya bisa menyerahkan semua urusan kepada Allah semata. Tak ada tempat yang tepat untuk bersandar kecuali hanya kepada Allah. Karena hanya Dia-lah yang Mahasegalanya. Tempat sebaik-baiknya untuk berserah diri dan mengadu setiap apa yang kita rasakan.

Saat aku mendengar lantunan ayat Al-Qur'an, hati ini menjadi lebih sejuk dan tenang. Ya Allah, sungguh Engkau Mahalembut dan melembutkan hati setiap hamba-hambaNya. Mahaindah yang mengindahkan yang haq. Maha Mendengar dan Maha Mengetahui apa yang ghaib. Subhanallah, begitu Mahabesarnya Engkau tak ada yang bisa menandingi. Sungguh merupakan hal yang bodoh jika aku merasa bahwa aku di dunia ini sendiri. Sungguh tololnya diri ini, jika merasa putus asa saat menerima ujian dariNya.

Betapa menyesalnya hati ini saat sadar bahwa putus asa adalah suatu tindakan yang sangat bodoh. Sebagai seorang muslim yang mempunyai keimanan dan ketaqwaan, seharusnya tak ada kata putus asa dalam menjalani kehidupan dunia ini. Apa yang ditimpakan kepada makhluk di dunia ini sudah diatur dan ditetapkan oleh Sang Maha Pencipta, seperangkat dengan jalan keluar setiap ketetapan itu. Jadi, kenapa kita mesti harus khawatir dan putus asa setiap mendapat ujian dalam kehidupan.

Ibarat kita sekolah, setiap akan naik kelas, kita pasti harus melalui sebuah ujian. Dan ujian itu sudah sesuai dengan tingkat kelas kita. Apabila kita ditimpa sesuatu ujian, tanamkan dalam hati ini bahwa ujian yang ditimpakan kepada kita adalah sudah sesuai dengan kemampuan kita. Allah tidak bakalan salah dalam memberikan suatu ujian kepada setiap hambanya. Kita jangan khawatir, dan tetap harus bisa mencari jalan keluar serta solusi yang tepat.

Dalam melalui ujian tersebut, kita jangan sampai menyalahi aturan dan ajaran agama. Lalui semua dengan kesabaran dan keimanan. Jangan pernah terbesit perasaan bahwa semua ini tidak adil, kenapa kita diberi ujian yang berat. Justru kita harus lebih bersyukur, karena apabila kita bisa melalui ujian yang berat ini dengan penuh kesabaran dan ketaqwaan, maka insya Allah derajat kita akan dinaikan oleh Allah.

Ujian itu tidak melulu hanyalah kesedihan, tapi ada juga ujian kenikmatan. Bagaimana sikap kita saat mendapatkan kenikmatan. Justru seharusnya kita harus lebih berhati-hati dengan ujian kesenangan atau kebahagiaan. Karena justru ujian kenikmatan itu sungguh sangat berat dalam menyikapinya jika kita tidak dilandasi keimanan. Banyak yang sering lalai dalam mengatasi ujian kenikmatan ini, mungkin karena terbuai dengan kenikmatannya atau bahkan kadang tidak sadar bahwa kita sedang diuji dengan kenikmatan.

Astaghfirullah, kita berlindung kepada Allah dari sifat yang bisa merugikan kita di akhirat kelak.

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan siti nurjanah sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

mang_unus | Wiraswasta
Semoga dapat menjadi wasilah untuk semua; berbagi ilmu, memupuk ukhuwah, mengokohkan keimanan, menopang keistiqamahan.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.2717 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels