Ibn Qudamah : "Ketahuilah, waktu hidupmu sangat terbatas. Nafasmu sudah terhitung. Setiap desahnya akan mengurani bagian dari dirimu. Sungguh, setiap bagian usia adalah mutiara yang mahal, tak ada bandingannya."
Alamat Akun
http://alfach.kotasantri.com
Bergabung
3 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Ciputat - DKI Jakarta
Pekerjaan
IT Consultant
Alfach adalah 'nama' lain dari Achmad Fachrie atau dikenal sebagai Fachri. Nothing special with me, just try to be my self dan mencoba meraih ridhaNya. Saya hanya seseorang yang biasa saja yang ingin belajar dan berkembang, yang ingin bergerak dan berkontribusi.
http://alfach.com
alfachrie
alfcah02
alfachrie@gmail.com
Tulisan Achmad Lainnya
Hati yang Hidup
10 Maret 2009 pukul 19:10 WIB
MerengkuhMu
26 Februari 2009 pukul 05:22 WIB
Mencoba Memahami
3 Februari 2009 pukul 05:22 WIB
Pelangi
Pelangi » Percik

Jum'at, 3 April 2009 pukul 17:05 WIB

Jika Esok ...

Penulis : Achmad Fachrie

Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang paling cerdas adalah orang yang paling sering mengingat kematian. Setiap waktu yang berlalu seakan menjadi langkah terakhir. Beramal untuk akhiratmu, bersikap terbaik untuk sesamamu."

Matahari yang membuka hari selalu menjadi alasan untuk mengisi hari. Mengisi hari dengan segala sikap dan sifat yang sudah kita bawa sebelumnya, tanpa pernah menghiraukan apa yang akan terjadi esok. Membiarkan rasa sakit menjadi bagian yang kita beri untuk orang lain. Membiarkan rasa acuh menjadi kebiasaan yang terkadang tanpa terasa juga terberi untuk orang lain.

Matahari yang masih membuka hari memang menjadi alasan untuk menjalani hari dengan apa adanya. Menjalani sekedar mengikuti angin berhembus, membiarkan suara hati dikalahkan nafsu duniawi.

Tapi, pernahkah terbesit jika esok matahari sudah tidak dapat bersinar lagi? Pernahkah terbesit detik penutup hari ini, menjadi detik penutup usia kita juga? Pernahkah terbesit bahwa jika esok kita tak akan berjumpa dengan orang-orang yang sudah menyapa dan tersenyum untuk kita? Pernahkah terbesit bahwa jika esok kita kan kehilangan orang kita kasihi dan mengasihi kita? Pernahkah terbesit waktu yang berlari bersama kita harus berhenti karena ketetapanNya?

Jika esok tak pernah datang, apakah engkau masih membiarkan waktu berlalu tanpa arti? Jika esok tak pernah datang, apakah engkau masih berdiri di sini terdiam tanpa pernah mengucapkan terima kasih dan rasa syukur?

Jika esok tak pernah datang, apakah engkau masih terdiam jika ada yang bertanya kepadamu? Jika esok tak pernah datang, apakah engkau masih mengacuhkan suara hatimu perwujudan nuranimu?

Jika esok tak pernah datang, apakah engkau masih melewatkan waktumu tanpa pernah memahami semua waktu yang berlalu untukmu? Jika esok tak pernah datang, apakah engkau masih belum bermuhasabah sebelum hari akhir datang menjemputmu?

Jika esok tak pernah datang, maukah engkau berjanji untuk dirimu sendiri untuk melakukan yang terbaik sepenuh hati kepada orang lain ketika detik itu memberimu kesempatan? Jika esok tak pernah datang, maukah engkau menemani dan mengingatkanku bahwa umur kita terbatas?

Jika esok tak pernah datang, apakah harus menunggu esok hari?

http://alfach.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Achmad Fachrie sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Fay Ahmed | Blogger
Senang sekali baca-baca di KotaSantri.com. Nambah pengalaman religius.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1197 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels