HR. At-Tirmidzi : "Ya Allah, sesungguhnya aku mohon perlindungan kepada Engkau dari hati yang tidak pernah tunduk, dari do'a yang tidak didengar, dari jiwa (nafsu) yang tidak pernah merasa puas, dan dari ilmu yang tidak bermanfaat."
Alamat Akun
http://redaksi.kotasantri.com
Bergabung
2 Februari 2009 pukul 14:07 WIB
Domisili
Bandung - Jawa Barat
Pekerjaan
Cyber Mujahid
KotaSantri.com merupakan singkatan dari Komunitas Santri Virtual yang terdiri dari gabungan 3 elemen kata, yakni Kota, Santri, dan .com. Kota merupakan singkatan dari KOmuniTAs, yang artinya tempat, sarana, atau wadah untuk berkumpul. Santri merupakan sebutan bagi netter yang ingin berbagi dan menuntut ilmu melalui dunia maya (internet). Sedangkan .com adalah …
http://kotasantri.com
Tulisan Redaksi Lainnya
Memaknakan Lebaran untuk Anak
11 September 2010 pukul 18:44 WIB
Timoty John Winter : Mengagumi Kebesaran Islam
9 September 2010 pukul 21:00 WIB
Iri Tiada Henti
7 September 2010 pukul 22:45 WIB
Koko Liem : Jatuh Cinta dengan Islam Sejak SD
26 Agustus 2010 pukul 22:45 WIB
Pelangi
Pelangi » Muslimah

Kamis, 30 September 2010 pukul 19:45 WIB

Wanita, Wajib Menjaga Wibawa!

Penulis : Redaksi KSC

Banyak!! Ya, wanita saat ini banyak yang mulai terjerumus pada hal-hal yang jauh dari nilai-nilai keislaman yang telah menjadi fitrah mereka selama ini. Tak hanya busana, bahkan tutur kata hingga tata lakunya pun kini sudah tidak mencerminkan sikap-sikap yang Islami lagi. Gejala apa ini? Apakah memang kita terlalu lemah menyikapi tantangan hidup ini?

Sebutlah Rahma, gadis yang sejak usia SMP sudah belajar di pesantren, dan selama enam tahun tinggal di asrama bersama teman-temannya untuk mendalami ilmu agama. Agar menjadi seorang wanita shalihah yang bisa menjaga dirinya dan keluarganya sesuai dengan yang telah disyari'atkan oleh agama, itulah cita-citanya.

Harapan itu memang tercapai saat Rahma masih berada di pesantren. Namun, keshalihahan dan ketaatannya terhadap nilai Islam perlahan memudar menjelang tahun ketiga saat Rahma kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta yang mayoritas mahasiswanya sudah terbawa arus pergaulan jaman. Maka Rahma yang biasa menutup aurat dengan baju gamis dan tutur kata sopan, berubah menjadi seorang Rahma yang cenderung tak bermoral.

Sepasang busana ketat kini membungkusnya dari mulai kepala hingga kaki. Kerudung lebarnya pun kini telah berganti menjadi sehelai kerudung pendek yang ujung-ujungnya ditarik ke belakang hingga jelaslah aurat-aurat yang tidak seharusnya dia perlihatkan pada orang lain selain mahramnya. Tak hanya itu, kata-kata gaul dan celetukan-celetukan nakal kini telah lancar diucapkannya di depan umum, tak jarang nama binatang diikutsertakannya di akhir kata. Astagfirullah!!!

Rahma hanya satu contoh kasus. Karena jujur, masih banyak lagi Rahma-Rahma yang lain berkeliaran di luar sana. Sehingga tak bisa dipungkiri lagi, jika lingkungan dengan pergaulan yang tidak tertib ternyata menjadi salah satu faktor yang dominan dalam mengubah perilaku seseorang.

Memang, saat memasuki lingkungan tertentu, awalnya wanita berjilbab selalu merasa asing dengan sekelilingnya yang memiliki penampilan dan perilaku berbeda. Mungkin ada semacam jeda yang hadir dalam hatinya. Sehingga ia pun membatasi pergaulannya hanya dengan orang-orang yang memiliki persamaan dengannya. Namun, kebekuan di antara yang berbeda itu perlahan mulai mencair dan mulai saling memahami, dalam kasus Rahma misalnya.

Saat teman-temannya yang mayoritas anak gaul berpendapat kalau jilbab adalah busana yang kuno dan hanya dipakai oleh nenek-nenek, rasa percaya diri Rahma perlahan-lahan mulai memudar. Apalagi saat itu Rahma benar-benar dalam posisi dimana dirinya sendirilah yang memiliki perbedaan. Sehingga tanpa terasa, sedikit demi sedikit sikap dan penampilannya pun mulai berubah.

Latah! Sebenarnya kelatahan seperti itu tidak perlu terjadi. Tentunya jika kita berlaku sebagai wanita yang bisa bertindak lebih bijaksana dan berwibawa saat menolak berbagai ajakan yang menurut kita tak sesuai dengan syari'at. Tak perlu peduli pada orang yang mengatakan kita fanatik, sok alim, dan lain sebagainya. Biarkan saja mereka memandang kita sebagai wanita kuno yang tidak bersyukur karena tidak mau memperlihatkan keindahan fisik yang telah diberikan Sang Pencipta. Terserah!!! Yang penting bagi kita adalah bisa menjadi wanita yang baik menurut Allah.

Wanita!!! Bisa menjaga diri, adalah ujian terberat kita saat ini. Namun percayalah, ada hikmah yang bisa kita petik.

Dari MQ Media

http://kotasantri.com

Suka
Silvia, yantie, Anna Fathimah Zakaria, dan abdulwahid menyukai tulisan ini.

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Redaksi KSC sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

PROF | Clothing Designer
Sukses bwat KOTASANTRI.COM ...
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.2148 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels