QS. At-Taubah 9 : 129 : "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepadaNya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung."
Alamat Akun
http://redaksi.kotasantri.com
Bergabung
2 Februari 2009 pukul 14:07 WIB
Domisili
Bandung - Jawa Barat
Pekerjaan
Cyber Mujahid
KotaSantri.com merupakan singkatan dari Komunitas Santri Virtual yang terdiri dari gabungan 3 elemen kata, yakni Kota, Santri, dan .com. Kota merupakan singkatan dari KOmuniTAs, yang artinya tempat, sarana, atau wadah untuk berkumpul. Santri merupakan sebutan bagi netter yang ingin berbagi dan menuntut ilmu melalui dunia maya (internet). Sedangkan .com adalah …
http://kotasantri.com
Tulisan Redaksi Lainnya
Chris Eubank : Islam itu Agama yang Hebat
12 Agustus 2010 pukul 22:00 WIB
Persiapan Bulan Ramadhan
4 Agustus 2010 pukul 18:33 WIB
Agar Murah Rezeki dan Dijauhkan dari Kesulitan
3 Agustus 2010 pukul 20:45 WIB
Preacher Moss : Allah Membuatnya Jenaka
29 Juli 2010 pukul 22:45 WIB
Susan Carland : Menemukan Kelembutan Islam
15 Juli 2010 pukul 22:25 WIB
Pelangi
Pelangi » Muslimah

Kamis, 19 Agustus 2010 pukul 20:31 WIB

Geliat Muslimah di Bulan Ramadhan

Penulis : Redaksi KSC

Fenomena Ramadhan identik dengan nuansa Islami. Mulai dari tayangan teve, siaran radio, tampilan majalah dan koran, serba Islami. Bahkan, 'lokalisasi' pun untuk sementara ditutup karena bisa membuat 'cacat' nuansa Ramadhan. Pun dengan kegiatan yang digelar. Menjamurnya sanlat-sanlat, merebaknya diskusi, ceramah-ceramah Islami menjadi suatu keharusan. Ironisnya, saat takbir malam satu Syawal dikumandangkan, kehidupan kembali seperti semula. Nuansa keislaman hilang. Ramadhan seolah-olah tidak memberikan dampak yang berarti.

Lalu, apa yang menjadikan kita terjebak oleh nuansa Islami yang sesaat itu? Apakah karena adanya tuntutan untuk bernuansa Islami sehingga kita memaksa diri untuk memenuhinya? Apakah karena kurang siapnya perbekalan? Atau mungkin karena tidak punya targetan sehingga tidak tertantang menjalankannya? Jawabannya bisa jadi iya. Namun, satu yang terpenting, permasalahan dasarnya ada pada kurangnya pemahaman akan makna dari Ramadhan itu sendiri. Anggapan bahwa Ramadhan hanya menerapkan kajian rutin saja yang di dalamnya ada shaum dan shalat tarawih. Selanjutnya bayar zakat fitrah, dan diakhiri dengan shalat Idul Fitri. Anggapan yang telah menyimpang dari makna Ramadhan itu sendiri. Padahal kalau kita kaji lebih dalam, banyak keutamaan-keutamaan yang sudah Allah sediakan.

Selain diturunkannya rahmat, dilipatgandakannya pahala, Allah pun menjanjikan ampunan bagi siapapun yang meminta, "Siapa yang puasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan perhitungan, maka diampuni dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim).

Begitu pula di penghujung hari setelah kehidupan, Allah menjanjikan dibukanya pintu Ar-Rayyan, "Sesungguhnya di dalam surga ada pintu yang bernama Ar-Rayyan, dimana nanti pada hari kiamat, orang-orang yang berpuasa akan masuk melewati pintu itu, dan tidak ada seorang pun yang dapat masuk pintu itu selain mereka. Para penjaga pintu berkata : "Mana orang-orang yang berpuasa?" Maka mereka pun berdiri. Tidak ada seorang pun selain mereka yang boleh masuk melalui pintu itu. Apabila mereka telah masuk (surga) melalui pintu itu, maka ditutuplah pintu itu hingga tidak ada seorang pun yang dapat masuk melalui pintu itu." (HR. Bukhari dan Muslim).

Subhanallaah, sangat disayangkan jika keutamaan itu tidak dapat kita raih. Terkadang tidak semua orang bisa menemukan jalan untuk mendapatkannya. Ada yang cukup mengisinya dengan tidak makan dan tidak minum, ada yang hanya menahan makan, minum, dan menahan nafsu, ada juga yang bukan hanya menahan makan, minum, dan nafsu, tapi mengisinya dengan amal kebaikan. Ini wajar berbeda karena tidak semua orang sudah tahu ilmunya.

Dengan demikian, peran kita sebagai muslimah, yang sudah mengikrarkan diri sebagai pengusung dakwah merasa wajib untuk memberitahunya. Sudah menjadi keniscayaan bagi kita untuk menjadikan bulan ini sebagai bulan tarbiyah. Bulan untuk mensukseskan diri dan orang lain. Bulan menempa kepekaan untuk menolak kedzaliman dan kemaksiatan. Bulan menyebarkan syiar Islam. Dan bulan pembentukan generasi-generasi pengusung dakwah.

Betapa mirisnya hati kita melihat muda-mudi Islam memenuhi trotoar dan tempat-tempat hiburan, menghabiskan waktu dengan bersenda gurau. Cukup mengisi Ramadhan dengan cekikikan dan bejubel permainan. Melihat fenomena ini, seharusnya menjadi bahan bakar bagi kita dalam berdakwah, setidaknya tertantang untuk mulai mengajak pada kebaikan, mengarahkan pada kegiatan yang bermanfaat. Hal tersebut bisa kita lakukan. Banyak celah yang bisa kita masuki. Diawali dengan menawarkan berbagai agenda menarik yang bernuansa Islami. Kita libatkan mereka dalam kepengurusan acara -agar mereka merasa terakui-. Kita pusatkan kegiatan di masjid-masjid. Buat mereka percaya diri dengan identitas Islamnya.

Walaupun tidak semudah yang kita harapkan setidaknya kita sudah berusaha memberikan pengarahan bagi mereka. Yang tadinya menganggap Ramadhan hanya ritual menahan makan dan minum, lebih jauh diharapkan nantinya terbentuk generasi-generasi Rabbani. Generasi yang dipenuhi bukan lagi trotoar, tempat-tempat hiburan, tapi yang dipenuhi masjid. Bisakah? Dengan seijin Allah yakin bisa.

Untuk itu, wahai muslimah, marilah kita libatkan diri kita dalam kegiatan keagamaan. Geliatkan diri kita untuk menjadikan Ramadhan sebagai sarana berbagi, sarana menempa diri, dan sarana tarbiyah diri. Jangan biarkan ada waktu yang terlewatkan begitu saja. Kita optimalkan usaha kita sekarang karena kita tidak menjamin akan bertemu lagi dengan Ramadhan berikutnya.

Wallahu a'lam bishshawab.

Dari Swadaya-36 / Afifah Syahidah

http://kotasantri.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Redaksi KSC sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Riesna | I'm Real Jobless
KotaSantri.com adalah situs keren yang memungkinkan kamu mengetahui dan mempelajari ilmu agama Islam lebih jauh, mudah, dan mengena. Di sini juga kamu bisa saling bersilaturahmi dengan para santri, melalui email dan chatting room yang tak kalah keren!
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1114 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels