HR. Ad-Dailami : "Alangkah baiknya orang-orang yang sibuk meneliti aib diri mereka sendiri dengan tidak mengurusi aib orang lain."
Alamat Akun
http://ridwan_alhuub.kotasantri.com
Bergabung
6 Oktober 2009 pukul 20:27 WIB
Domisili
Singkil - Nanggroe Aceh Darussalam
Pekerjaan
mahasiswa
Pelangi
Pelangi » Muslimah

Kamis, 17 Juni 2010 pukul 19:25 WIB

Bangga Menjadi Ibu

Penulis : Ridwan

Betapa beruntungnya kita sekarang yang sudah diangkat oleh Allah SWT dengan kedudukan yang sangat tinggi dalam hidup. Kita telah dilahirkan oleh seorang ibu, ibu adalah status istimewa yang Allah limpahkan kepada perempuan-perempuan pilihan sejak penciptaan manusia, pertama kalinya sampai pada saat hari ini. Menjadi ibu adalah sesuatu yang diimpikan oleh sebagian besar kaum hawa, namun tidak semua setiap kaum hawa mendapatkan kehormatan itu.

Kedudukan yang terhormat telah ditegaskan oleh Nabi Muhammad SAW, ketika beliau menasihati seorang sahabat agar melakukan seorang ibu dengan baik, yaitu kepada ibu kita tercinta yang telah menjaga dan membesarkan kita penuh dengan pengorbanan dan kasih sayang yang tak terhingga, mungkin sampai kita dewasa dengan cinta dia.

Mu’wiyah ibn Jahimah (RA) menuturkan bahwa ia pernah menemui Nabi (SAW), dan berkata, “Wahai Rasulullah, aku pergi berniat untuk berjihad, aku datang menemuimu untuk meminta nasihatmu." Nabi bertanya kepadanya, "Apakah ibumu masih hidup?" Jawab Jahimah, "Ya." Kemudian Nabi berkata, "Teguhlah berbakti kepadanya karena surga terletak di bawah telapak kakinya." (HR. An-Nasa’i).

Nah, kalau kita renungi hadits itu, sejenak mungkin kita terkagum-kagum. Kenapa tidak? Karena surga! Masya Allah, coba kita bayangkan status yang diberikan Allah kepada perempuan-perempuan istimewa yang disebut ibu ini.

Apakah kita sudah benar-benar memahami pentingnya hadits ini, mampukah kita memulai sekedar memahami dan menghargai kemuliaan yang tinggi status ibu kita? Sanggupkah kita mengerti bagaimana status seorang wanita dinaikkan begitu wanita melahirkan seorang anak? Masya Allah, para wanita yang sudah jadi ibu itu pastilah makhluk-makhluk yang istimewa hingga diberikan kedudukan yang istimewa oleh Allah SWT. Bukan begitu?

Abu Hurairah (RA) berkata; Seorang laki-laki menemui Rasulullah (SAW), dia berkata, "Ya Rasulullah, siapakah di antara keluargaku yang paling berhak kudampingi?" Nabi berkata, "Ibumu." Laki-laki itu bertanya lagi, "Kemudian siapa?" Beliau berkata, “Ibumu." Laki-laki itu bertanya kembali, "Setelah itu siapa?" Nabi menjawab, “Ayahmu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Subhanallah, Mahasuci Allah, hadits ini menunjukkan kepada kita bahwa seorang ibu mempunyai kedudukan yang sangat istimewa. Oleh karena itu, hendaknya setiap wanita bangga menjadi ibu.

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Ridwan sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Eni Sumartini | Dosen Keperawatan
Alhamdulillah, tulisannya baik, semoga jadi amal shaleh yang tidak terputus. Amin.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.5400 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels