HR. Ad-Dailami : "Alangkah baiknya orang-orang yang sibuk meneliti aib diri mereka sendiri dengan tidak mengurusi aib orang lain."
Alamat Akun
http://yayu.kotasantri.com
Bergabung
24 Maret 2010 pukul 14:45 WIB
Domisili
Nomi - Ishikawa
Pekerjaan
Ibu Rumah tangga
Saya adalah seorang ibu rumah tangga, dikaruniai tiga orang anak yang lahir dan besar di Jepang. Kini menemani suami seorang dosen di salah satu universitas di kota Nomi Jepang.
http://yayujapan.multiply.com
yayu_indriyani@yahoo.com
Tulisan Sri Lainnya
Sejumput Renungan Suami-Istri
14 April 2013 pukul 21:00 WIB
Mendidik dan Belajar dari Kreatifitas Anak-anak
16 Maret 2013 pukul 13:00 WIB
Oshin Abad 21
24 Februari 2013 pukul 15:00 WIB
"Meminang" Ban Salju
13 Januari 2013 pukul 12:12 WIB
Boleh Memanjakan Anak?
29 September 2012 pukul 12:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Keluarga

Sabtu, 4 Mei 2013 pukul 10:00 WIB

Ajarilah Anak Semua Ilmu

Penulis : Sri Yayu Indriyani R.

Suatu saat, saya berbincang dengan suami tentang pendidikan anak. Ide ini tercetus setelah mendengar sebuah siaran radio online tentang promosi sebuah yayasan pendidikan.

Salah seorang guru menyebutkan,” Di yayasan ini, anak akan dididik dengan berbagai pelajaran dengan kurikulum yang terbaik. Fasilitas anak akan dilengkapi, termasuk mesin cuci dan lain-lain. Si anak akan dibebastugaskan dari “mencuci” supaya dapat konsen belajar.”

“Deg…” Jantung saya berdegup.

Menurut pengamatan saya, ada kalimat yang kurang tepat dari guru yayasan tersebut. Saya tidak terima ini dan ini tidak bisa dibiarkan, bagaimana si anak itu bisa hidup di kemudian hari.

Saya bersikeras perihal mengajarkan anak mencuci itu penting. Ini adalah sebagian ilmu hidup buat mereka. Jangan pikir mencuci itu enteng dan ringan, tentu masih banyak ilmu hidup lainnya yang harus diberikan pada si anak.

Cerita lain, saat si-sulung masuk Shougakkou (SD), saya mulai mengamati betul pendidikan yang diberikan untuk dia. Mulai dari membaca, menulis, menggambar itu masih di bawah prediksi saya. Tapi ketika mulai diajarkan menyanyi, menggunakan alat musik, berenang sejak kelas satu SD, saya mulai berpikir lebih jauh jenis pendidikan apa lagi yang akan diberikan pada anak-anak kemudian.

Saat mengantar makan siang anak setiap hari ke Shougakkou, sesekali saya perhatikan seluruh ruangan yang ada. Terlihat persis di depan tangga menuju ruang kelas satu, ada sebuah dapur yang luas lengkap dengan peralatan.

“Wah... memasak menjadi salah satu bahan pelajaran berikutnya!” saya pikir.

Semakin penasaran, saya ingin mengetahui lebih banyak lagi. Saya perhatikan sekilas jejejeran mesin bertutup kain putih di ruangan tersebut. Ah... deretan mesin jahit.

Hatipun jadi ikut berdegup, berarti anak akan diajarkan menjahit pula. Ini artinya saya harus belajar dari sekarang.

“Seru nih!” Aemakin penasaran.

Suatu hari lain, saya mendengar suara kayu dipukul.

“Nah... kalau yang ini, rupanya anak-anak kelas lima sedang membuat prakarya dari kayu, belajar dari seorang tukang kayu.”

Sayang, ada suatu hal penting yang terlewatkan. Ya, tidak ada pelajaran agama Islam di Shougakkou (SD) ini.

Bertolak belakang dengan sebuah yayasan yang saya sebutkan di atas. Yayasan itu mengajarkan perihal agama Islam dengan porsi yang sangat banyak. Sayangnya, perihal ilmu hidup, mencuci misalnya, mereka lupakan.

Pendidikan agama itu paling penting, tidak boleh ditinggalkan. Tapi masih ada ilmu lain, juga jangan dilupakan.

Suatu hari saya mencoba meminta izin agar anak diperkenankan shalat di saat istirahat siang Shougakkou. Pun sesekali dia bolos shalat, sampai gurunya meminta maaf pada saya. Inilah cara mendidik, seringkali diulang dan diajarkan. Saat lupa, terus diingatkan, namanya juga anak-anak, masih perlu waktu untuk mendidiknya.

Insya Allah, saya bertekad untuk memberikan semua ilmu hidup pada anak-anak, minimal anak-anak sendiri. Ajarkanlah secara syumulliyah, bukankah ajaran Islam pun harus diberikan secara syumul, bukan sebagian-sebagian?

Hari Sabtu lalu, si-sulung pun dengan riang menggosok sepatu kelasnya yang sudah hitam. Saya tersenyum dan ini baru tambahan satu ilmu hidup yang saya ajarkan.

Semoga beberapa ilmu hidup lainnya, satu persatu dia akan terima. Ini adalah amanah seorang orangtua.

Bismillah… ganbarimasyou!

http://yayujapan.multiply.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Sri Yayu Indriyani R. sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Yussi | Karyawati
Subhanallah sekali bisa bergabung di KotaSantri.com. Barakallah...
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1812 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels