Ibn Qudamah : "Ketahuilah, waktu hidupmu sangat terbatas. Nafasmu sudah terhitung. Setiap desahnya akan mengurani bagian dari dirimu. Sungguh, setiap bagian usia adalah mutiara yang mahal, tak ada bandingannya."
Alamat Akun
http://ardadinata.kotasantri.com
Bergabung
4 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Ciamis - Jawa Barat
Pekerjaan
Penulis dan PNS
Arda Dinata adalah Penulis, Motivator, dan Pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia.
http://www.ardadinata.web.id
http://facebook.com/ardadinata
http://twitter.com/ardadinata
Tulisan @ Lainnya
Membangun Remaja Berwawasan Kependudukan
1 Desember 2012 pukul 18:00 WIB
Menulis Membiasakan Menulis
30 November 2012 pukul 16:00 WIB
Bijaksana dan Berani
23 November 2012 pukul 11:00 WIB
Biasa ala Orang yang Berilmu
14 November 2012 pukul 12:21 WIB
Jalan Pintas Menjadi Penulis Sukses
26 Oktober 2012 pukul 14:30 WIB
Pelangi
Pelangi » Keluarga

Sabtu, 8 Desember 2012 pukul 10:00 WIB

Kenapa Suami Marah dan Berkata Kasar?

Penulis : @ Arda Dinata

Orang menjadi marah itu banyak faktor tentunya. Begitupun dengan seorang suami menjadi marah dan mudah berkata kasar pada istrinya, maka dapat dipastikan ada sebab musababnya. Karena kemarahan suami itu tidak mungkin muncul dengan tiba-tiba.

Bila suami mudah marah, maka dampaknya sering kali dalam rumah tangga muncul perselisihan karena perbedaan karakter, kesukaan, pandangan, dan lain-lain.

Banyak pasangan suami istri yang baru dapat menyadari karakter asli dari pasangan mereka setelah hidup bersama sekian tahun. Jika ternyata suami Anda mempunyai sifat yang gampang marah, jangan buru- buru berputus asa dan berpikir bahwa suami Anda tersebut telah banyak berubah dari yang Anda kenal dulu.

Untuk membuat suasana di rumah tetap nyaman dan harmonis, ada baiknya Anda mencoba menerapkan hal dibawah ini.

Untuk itu, jalan keluarnya yang pertama adalah mencari penyebab munculnya rasa marah itu. Coba cari tahu kira-kira kenapa suami itu jadi marah? Apakah penyebab masalahnya karena ada permasalahan di kantor atau tempat kerja? Atau karena suasana rumah tangga yang tidak nyaman. Kondisi seperti itu, tentu dapat mengakibatkan stres. Dan stres ini, di antara orang mudah marah dan tersinggung.

Jangan menanggapi kemarahan suami dengan kemarahan yang lebih besar. Tidak ada salahnya jika sekali-kali mengalah dan bersabar demi kebaikan bersama. Setelah semua reda, tanyakan pada suami dengan lembut untuk mengetahui penyebab kemarahan. Cobalah untuk menyelesaikan persoalan itu bersama-sama.

Kedua, istri hendaknya berusaha untuk meredakan marah sang suami. Jalinlah komunikasi lebih erat dan hangat dengan suami. Ada kemungkinan bahwa sikap marah suami adalah karena kurangnya komunikasi, yang akhirnya memicu salah pengertian.

Coba perlihatkan kasih sayang sebagai seorang istri yang shalehah. Yakni dengan jalan kita berusaha empati, bersikap ramah, dan tersenyum yang menyejukan hati suami, sehingga keadaannya menjadi lebih baik. Suami menjadi tidak marah-marah lagi. Jangan sampai kita malah justru mengkeruhnya.

Sejukkanlah hati suami dengan perlakuan yang lembut dan menenangkan, mungkin suami sedang menghadapi masalah di tempat kerja atau masalah yang lain.

Allah mengingatkan kita dalam firman-Nya, “Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka. Dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. At-Taghabun : 14).

Artinya, coba komunikasikan baik-baik kenapa bisa menjadi marah tersebut. Jangan sampai karena hal yang kecil, masalahnya jadi berlarut-larut. Jangan kemarahan dibalas dengan kemarahan. Ayat di atas mengajarkan kita agar memaafkan.

Ketiga, berdo'a kepada Sang Pemilik Segalanya agar dimudahkan menghadapi masalah tersebut dan dapat mengatasinya dengan baik. Coba selalu ingatkan suami untuk bersabar dan jangan cepat marah dalam menghadapi persoalan apapun, karena setiap persoalan itu tidak akan terselesaikan hanya dengan marah. Di dalam sebuah kesulitan itu, sesungguhnya diapit oleh dua kemudahan. Jadi, pasti ada jalan ke luarnya. Yuk, beri semangat terus suami Anda!

Akhirnya, bila suami masih suka memukul tanpa sebab atau karena perkara yang kecil, bacakan kepadanya hadits di bawah ini dengan kata-kata yang lembut.

Rasulullah bersabda, “Salah seorang di antara kalian memarahi istrinya, lalu memukul istrinya seperti memukul budaknya, boleh jadi dia akan mengumpulinya pada malam harinya.” (HR. Al-Bukhari, 15/288).

Jadi, bila suami Anda memiliki sifat arif, tentu tidak berbuat seperti itu. Sebab, bagaimana mungkin dia marah, berkata kasar, dan memukul, tapi mengumpuli istrinya di malam hari?

Wallahu a’lam.

http://www.ardadinata.web.id

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan @ Arda Dinata sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

AMMAR Hi HABIB | Mahasiswa
Wadah inspiratif dan motivatif dalam hidup dan menjadi ruang untuk berekspresi.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1474 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels