|
QS. Ali Imran : 3 : "Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung. "
|
|
|
http://www.ardadinata.web.id |
|
http://facebook.com/ardadinata |
|
http://twitter.com/ardadinata |





Sabtu, 30 Juli 2011 pukul 10:00 WIB
Penulis : @ Arda Dinata
Ramadhan merupakan bulan yang Allah SWT tetapkan di dalamnya perintah berpuasa (shaum). Bagi kaum muslimin, bulan suci ini selalu dikaitkan dengan turunnya Al-Qur'an, yaitu sebagai aturan yang akan mempedomani seluruh umat manusia pada kehidupan yang benar dan selamat.
Allah berfirman, “Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan Al-Furqan (pembeda antara hak dan batil)." (QS. 2 : 185).
Di sini, terkandung maksud bahwa untuk dapat memahami petunjuk-petunjuk yang terkandung dalam Al-Qur'an, tentu diperlukan sesuatu apa yang kita sebut dengan ilmu. Ilmu adalah kunci yang akan membuka tabir-tabir yang tersyirat dalam Al-Qur'an. Itulah sebabnya, banyak sumber yang menyebutkan salah satu keistimewaan yang terdapat dalam ibadah shaum adalah dapat meningkatkan aspek ruhiyah melebihi aspek material.
Konsep tersebut, tentu tidak berlebihan, karena bulan Ramadhan memang telah dijadikan oleh Allah sebagai madrasah Rabbaniyah. Sebuah lembaga pengembangan tahunan bagi kaum muslimin yang disiapkan Allah SWT. Untuk itu, bulan suci ini, janganlah kita sia-siakan. Mari bangun keluarga kita dengan mematangkan pola pikir anak-anak kita. Kata kuncinya ialah melalui memperdalam ilmu.
Ilmu itu selain akan mematangkan pola pikir anak -yang berbuah perilaku bijaksana-, juga mampu mengungkapkan hikmah-hikmah yang terjadi dari setiap kejadian hidup keseharian kita. Jadi, tidak setiap orang mampu memungut hikmah sebagai hak miliknya yang hilang. Nabi SAW bersabda, “Hikmah adalah milik yang hilang dari seorang mukmin. Di manapun ia menemukannya, maka dia adalah orang yang paling berhak (memungutnya).” (HR. At-Tirmidzi).
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan @ Arda Dinata sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.