|
Ali Bin Abi Thalib : "Hati orang bodoh terdapat pada lidahnya, sedangkan lidah orang berakal terdapat pada hatinya."
|





Sabtu, 5 Januari 2013 pukul 17:00 WIB
Penulis : Syaifoel Hardy
Setiap orang memimpikan kebahagiaan dalam hidupnya. Kebahagiaan ini dapat diperoleh, salah satunya melalui hiburan. Hiburan memang beragam. Dalam bentuk bio, psiko, sosio, dan spiritual.
Hiburan dalam bentuk bio/fisik, misalnya melalui makanan, minuman, pakaian, perumahan. Orang terhibur jika kebutuhan makanannya terpenuhi. Terlebih lagi jika makanan favorit, makanan kesukaannya. Hiburan psiko/mental, membuat orang exited manakala melihat konser musik, drama, wayang kulit, tari. Orang bisa juga terhibur ketika dikunjungi sahabat, saudara, teman dekat.
Pasien yang dirawat di RS, merasa beban sakitnya berkurang ketika ada yang menjenguknya. Kunjungan sosial jadi hiburan. Demikian pula makna sebuah acara pengajian, bacaan Al-Qur'an, bagi orang Islam, dipandang sebagai 'hiburan' rohani yang sungguh menyejukkan! Lain orang, lain pula cara pandang terhadap hiburan ini. Apapaun bentuknya, however, inilah yang disebut sebagai Entertainment of life.
Warna-warni hiburan, sebagai 'makanan' kehidupan ini harus seimbang. Ketidakseimbangan hiburan dalam hidup, bisa menimbulkan gangguan. Baik gangguan fisik, mental, sosial, dan spiritual.
Bagaimana menyikapinya, perlu kiat. Kiat dari satu orang ke orang lain bisa beda. Meski, sejatinya sama. Yang pasti, dalam satu hari, harus selalu ada yang namanya makan, tidur, istirahat, kerja, kontak sosial, dan berdo'a. Jika satu saja unsur berlebihan, akan menimbulkan kelelahan. Kelebihan dari satu unsur, akan mengakibatkan ketimpangan. Rasulullah SAW bahkan mengajarkan, bahwa beliau yang mulia, juga manusia biasa. Ketika ditanya bagaimana jika umatnya berpuasa setiap hari. Beliau jawab bahwa beliau adalajh manusia biasa yang butuh berbuka!
Sebaliknya, jika setiap hari dipenuhi dengan nonton televisi, lawak, bioskop, drama setiap hari, akan muncul ketidakseimbangan. Demikian juga makanan sebagai hiburan. Obesitas, diabetes, kolesterol tinggi adalah dampak bila makanan sebagai hiburan utama.
So, jika tidak ingin terjadi gangguan keseimbangan dalam hidup, hati-hati pilih hiburan!
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Syaifoel Hardy sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.