Ust. Aam Amiruddin : "Sesungguhnya sepercik kejujuran lebih berharga dari sebongkah cinta. Apa arti sebongkah cinta kalau dibangun di atas kebohongan? Pasti rapuh bukan? Betapa indahnya apabila kejujuran dan cinta ada pada diri seseorang. Beruntunglah Anda yang memiliki kejujuran dan ketulusan cinta."
Alamat Akun
http://ina_asriadi.kotasantri.com
Bergabung
20 April 2009 pukul 18:59 WIB
Domisili
makassar - sulawesi selatan
Pekerjaan
Ibu Rumah Tangga dan Dosen
http://inagardenia.multiply.com
ina_asriadi
ina.asriadi
http://facebook.com/ina asriadi
Tulisan Ina Lainnya
Kemenangan Hakiki
11 September 2010 pukul 22:00 WIB
Al-Quds yang Terlupa
6 Maret 2010 pukul 20:55 WIB
Melati Costa
4 Januari 2010 pukul 19:01 WIB
Melati
2 November 2009 pukul 20:35 WIB
Ungkapkan Isi Hatimu dengan Menulis
2 Mei 2009 pukul 19:21 WIB
Pelangi
Pelangi » Jurnal

Sabtu, 27 November 2010 pukul 19:00 WIB

Gemah Ripah Loh Jinawi

Penulis : Ina Asriadi

Negeri nan jauh di sana tepatnya Arfika, kita melihat melalui media massa atau elektronik bencana kelaparan yang berkepanjangan. Akibatnya banyak orang meninggal, terutama anak-anak. Kalau pun masih bertahan hidup, yang terlihat adalah fisik yang kurus kering, perut buncit, mata cekung, tulang iga menonjol, kurang gizi, dan badan yang lemah tak berdaya. Dalam dunia medis, gejala tersebut disebut Sindrom Kwarshiorkor atau busung lapar.
***

Kalo dulu kita melihatnya di negeri orang. Tapi sekarang kita melihatnya di negari kita sendiri, Indonesia. Ironisnya, ini terjadi saat Indonesia sedang gembar gembornya telah meningalkan kemiskinan.
Apa yang terjadi ? dan mengapa ini terjadi di negeri kita yang kekayaan alamnya dikenal gemah ripah loh jinawi (subur makmur), tapi penghuninya kekurangan gizi, dan kelaparan karena tidak cukup mendapat makanan yang berkualitas.

Ternyata, kemakmuran alam suatu negeri tidak menjamin penduduk akan hidup sejahtera. Seperti Indonesia tercinta. Di balik kekayaan alam yang melimpah, sebagian besar masyarakatnya justru hidup di bawah garis kemiskinan.

Kemiskinan adalah fenomena yang umum yang banyak dijunpai di Indonesia baik di perkotaan maupun di desaan. Kemegahan gedung-gedung pencakar langit seolah menyembunyikan rumah-rumah yang kumuh dan banyaknya pengemis yang berkeliaran di perempatan jalan. Ditengah pembangunan di segala bidang justru secara statistik jumlah orang miskin tidak berkurang malah semakin bertambah.
***

Peradaban Barat dengan ekonomi kapitalismenya memandang kemiskinan adalah ketidakmapuan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan atas barang atau jasa secara mutlak. Oleh karena kebutuhan berkembang seiring dengan berkembang dan majunya produk-produk barang dan jasa menyebabkan kebutuhan akan barang dan jasa tersebut ikut mengalami perkembangan dan perbedaan. Perbedaan tersebut akan mempengaruhi cara-cara pemecahan masalah kemiskinan.
Karena tidak memiliki batasan yang jelas, sehingga di negara maju orang yang tidak dapat memenuhi kebutuhan sekundernya sudah dianggap miskin sedangkan di negara berkembang seseoang yang tidak dapat memenuhi kebutuhan sekundernya tidak dianggap miskin.

Dan anehnya, justru sistem ekonomi seperti inilah yang diterapkan di Indonesia. Dengan sistem ini pula melalui tangan para birokrat, pemilik modal dapat menguasai langsung kekayaan alam milik publik karena sistem ekonomi kapitalis yang diterapkan. Birokrat dan pemilik modal berkolaborasi sehingga harta publik jatuh ke tangan kuat para birokrat maupun individu/swasta yang bermodal besar. Rakyat berkompetisi secara bebas dalam masyarakat sehingga orang kaya makin kaya dan orang miskin makin miskin. Yang kuat yang menang dan berhak hidup. Akhirnya rakyat harus mengais sisa-sisa jarahan kaum kapitalis dan jika rakyat tidak mampu berarti rakyat tersebut tidak layak untuk hidup.
***

Berbeda dengan Islam, dimana kemiskinann dipandang sebagai suatu perkara yang sama, baik di negara maju ataupun di negara berkembang, kapan dan dimana pun. Oleh karenanya penyelesaian masalah kemiskinan dalam Islam tetap sama dan tidak akan berubah dan berbeda dari suatu negara ke negara lain. Kemiskinan adalah fakta yang dihadapi umat manusia di seluruh dunia, baik muslim atau non muslim.

Kemiskinan dan kefakiran dilihat dari kacamata dan sudut pandang mananpun harus mendapat pengertian yang sesuai realitasnya.
Dalam Fiqh Islam, fakir dan miskin memiliki perngertian yang berbeda. Fakir adalah orang yang tidak punya kecukupan harta untuk memenuhi kebutuhan pokoknya yaitu makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Sedangkan miskin adalah orang yang sama sekali tidak punya apa-apa. Masalah kemiskinann dalam Islam adalah tidak terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan primer secara menyeluruh.

Tolok ukur kemiskinan dalam Islam memiliki pengertian yang sangat jelas karena mencakup pemenuhan kebutuhan pokok bagi individu manusia. Hal ini sesuai dengan Firman Allah swt, TQS 2:233 “Dan kewajiban ayah adalah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma’ruf.”
TQS 65:6 “Tempatkanlah mereka dimana kamu bertempat tinggal sesuai kemampuanmu.” Berdasar hal tersebut, kebutuhan pokok adalah sandang, pangan dan papan.

Tolok ukur kemiskinan berlaku untuk semua manusia kapan dan dimanapun berada. Tidak boleh ada perbedaan tolok ukur kemiskinan bagi orang yang tinggal di sutau tempat dengan tempat lain atau negara dengan negara lainnya.

Tidak terpenuhinya kebutuhan pokok akan berakibat kehancuran dan kemuduran eksistensi manusia. Siapapun dan di manapun, jika seseorang tidak dapat memenuhi kebutuhhan pokoknya digolongkan sebagai fakir atau miskin. Maka program pemulihan ekonomi untuk mengentaskan kemiskinan harus ditujukan pada mereka yang tergolong fakir atau miskin.

Bandingkan dengan tolok ukur kemiskinan bagi kapitalis yang hanya menitikberatkan pada pemenuhan kebutuhan pangan semata. Problem ekonomi disebabkan adanya kelangkaan barang dan jasa sementara populasi dan kebutuhan terus bertambah sehingga sebagian orang tidak mendapat kebutuhan dan terjadilah kemiskinan.
***

Dalam pandangan Islam, kemiskinan dapat diatasi dengan :
a. mewajibkan laki-laki yang mampu untuk bekerja dalam rangka memenuhi kebutuhan diri dan keluarganya.
b. Jika tidak mampu, kerabat dekat yang memiliki hubungan darah untuk membantu.
c. Jika tidak punya atau pas-pasan. Negara berkewajiban untuk memenuhi kebutuhannya.
d. Harta negara tidak ada, kewajiban kaum muslim secara kolektif dengan dua cara yaitu secara individu membantu orang miskin dan mewajibkan dharibah (pajak) kepada orang kaya hingga mencukupi kebutuhan untuk membantu jika sudah tidak dibutuhkan lagi maka pajak dihentikan.

Secara garis besar, kemiskinan terbagi atas :
a. kemiskinan alamiyah yaitu tidak mampunya seseorang bekerja untuk memenuhi kebutuihannya karena cacat fisik atau mental dan lanjut usia.
b. kemiskinan kultural yaitu kualitas sumber daya manusia yang rendah akibat kemalasan atau kurang prduktif.
c. kemiskinan struktural yaitu kesalahan sistem yang diterapkan oleh suatu negara dalam mengatur urusan rakyat.
Kemiskinan struktural berpengaruh besar, dampaknya sangat luas dan di hadapi negara maju dan berkembang. Faktor utama penyebab kemismkinan adalah buruknya distribusi kekayaan alam.

Pentingnya keberadaan suatu sistem yang mengatur pendistribusian kekayaan alam dan keberadan negara yang menjalankan sistem tersebut. Sebab kekayaan alam yang tersedia oleh Allah swt di muka bumi pasti mencukupi tapi bila kekayaan alam tidak dikelola dengan baik akan terjadi ketimpangan dalam distribusi.
Sistem yang dimaksud adalah sistem yang berasal dari Allah swt sebagai Pencipta alam dan seisinya. Dengan sistem tersebut, negara sebagai pelaksana wajib menghilangkan gangguan distribusi lainnya seperti penimbunan harta, investasi ribawi, penimbunan barang yang membuat harga pasar melonjak.

Negara wajib mengelola kekayaan milik umum, mencegah serta melarang individu atau swasta menguasai. Kemudian negara wajib memanfaatkan kekayaan milik umum yang sebesar-besarnya untuk mekamuran rakyat.
Negara menjamin penditrsibusian kekayaan atas semua rakyat satu persatu dan menjamin terpenuhinya semua kebutuhan primer secara menyeluruh.
Distribusi tersebut memungkinkan setiap individu rakyat memuaskan kebutuhan sekunder dan tersiernya sesuai kadar kemampuannya
Sistem kapitalis yang diterapkan ternyata tidak mampu menyelesaikan masalah kemiskinan. Sebagai seorang Muslim, sudah seharusnya kita kembali kepada ajaran Islam yaitu ajaran yang berasal dari Allah swt yang diturunkan melalui Jibril kepada Muhammad saw untuk seluruh umat manusia di muka bumi. Sebab ajaran Islam tidak hanya sebatas pada ritual semata. Lebih dari itu ajaran Islam yang dijalankan secara kaffah (menyeluruh) mampu mengatasi semua persoalan hidup yang dihadapi umat manusia termasuk masalah kemiskinan.

http://inagardenia.multiply.com

Suka
bambang menyukai tulisan ini.

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Ina Asriadi sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Arry Rahmawan | Penulis dan Trainer
Subhanallah, akhirnya KotaSantri.com semakin berkembang. Artikelnya bagus dan dapat menambah wawasan kita semua. Maju terus KotaSantri.com... ^^
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1206 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels