HR. Muslim : "Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada sosokmu dan hartamu, tetapi Dia akan melihat kepada hatimu dan amalanmu."
Alamat Akun
http://adinda_poetri.kotasantri.com
Bergabung
17 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Cimahi - Jawa Barat
Pekerjaan
PNS
http://dtpoetri11.blogspot.com
Tulisan Adinda Lainnya
Syukuri Apa yang Ada
4 September 2009 pukul 19:13 WIB
Segala Sesuatu akan Ada Waktunya
31 Agustus 2009 pukul 15:15 WIB
Bulan Ramadhan
24 Agustus 2009 pukul 18:57 WIB
Apa pun Akan Kembali kepada Pemiliknya
12 Juli 2009 pukul 15:30 WIB
Pelangi
Pelangi » Jurnal

Sabtu, 12 September 2009 pukul 19:30 WIB

Teori Keberuntungan

Penulis : Adinda Poetri

Ukuran keberuntungan bagi seseorang sangat bergantung pada standar yang digunakan oleh orang tersebut untuk mengukur suatu keberuntungan, sehingga keberuntungan bagi seseorang belum tentu juga dianggap keberuntungan bagi orang lain. Ada beberapa standar yang biasanya dijadikan ukuran keberuntungan , yakni :

1. Harta. Mobil dan rumah mewah lengkap dengan perabotan, perhiasan, dan lain-lain, sering dijadikan ukuran bagi keberuntungan seseorang. Bagi orang-orang yang menganggap suatu keberuntungan itu berupa harta yang banyak, maka dia merasa beruntung ketika bergelimang harta. Segalanya dia lakukan demi meraih harta dan dia akan sangat kecewa ketika tidak mendapatkannya.

2. Kedudukan. Kedudukan atau jabatan tinggi juga sering dijadikan ukuran keberuntungan. Bagi orang-orang yang menganggap suatu keberuntungan itu berupa kedudukan yang tinggi, maka dia akan terus mengejar dan berusaha dengan sekuat tenaga untuk meraih kedudukan yang tinggi hingga kadang menghalalkan segala cara. Apabila orang tersebut tidak juga mendapatkan kedudukan tinggi, apalagi ada teman sejawatnya yang malah dipromosikan untuk mendapatkan kedudukan yang lebih tinggi dari dia, maka dia akan kecewa bahkan stress berat.

3. Tingkat Intelektualitas. Siapa yang tidak ingin merasakan pendidikan tinggi dan masuk perguruan tinggi negeri favorit? Bisa dibilang jarang sekali. Tingkat intelektualitas juga sering dijadikan ukuran keberuntungan. Sehingga tidak jarang terungkap kata-kata, "Kamu sih untung, bisa sekolah lebih tinggi," dari orang yang tidak mengalami pendidikan tinggi. Kita juga sering melihat ekspresi kekecewaan yang berlebihan dari seseorang yang tidak lulus SPMB.

4. Pasangan. Tidak jarang, bahkan kebanyakan dari kita mendambakan pasangan yang secara fisik "sangat strategis". Sehingga ada ungkapan kuno, "Kamu dapetin dia tuh suatu anugerah, sementara dia dapetin kamu itu musibah."

5. Ridha Illahi. Orang yang menganggap keberuntungan adalah "semakin mendekatnya seorang hamba kepada Allah demi meraih ridhaNya", maka baginya, harta, kedudukan, kecerdasan, dan pasangan yang indah tidak akan berarti, semuanya sia-sia bila tidak mengantarkannya pada keridhaan Allah SWT. Inilah ukuran keberuntungan yang hakiki. Bila kita menjadikan ridha Allah sebagai ukuran keberuntungan, maka ketika kita tidak mendapatkan harta, kedudukan, tingkat intelektualitas, dan pasangan, kita tidak akan terlalu kecewa dan tetap bersikap wajar. Begitu pula ketika kita mendapatkan harta, kedudukan, kecerdasan, dan pasangan, maka kita akan menjadikannya sarana untuk semakin taat kepada Allah.

Sumber : Majalah OpenMind

http://dtpoetri11.blogspot.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Adinda Poetri sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Lina | staff adm
Subhanallah... Ingin sekali bisa bergabung, berbagi cerita, dan bertanya. Artikelnya bagus-bagus.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1146 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels