QS. At-Taubah 9 : 129 : "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepadaNya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung."
Alamat Akun
http://fadhil.kotasantri.com
Bergabung
5 Januari 2011 pukul 04:45 WIB
Domisili
Jakarta Timur - DKI JAKARTA
Pekerjaan
Mahasiswa
Seseorang yang tak akan pernah berhernti untuk belajar Silahkan berkunjung ke http://spiritoflearner.com
http://spiritoflearner.com
fadhil_billionaires@rocketmail.com
fadhil_billionaires@rocketmail.com
http://facebook.com/learners
Tulisan Muh Lainnya
Aku Tak Sebaik Diriku
19 November 2012 pukul 14:00 WIB
Ihsan dalam Berqurban
26 Oktober 2012 pukul 10:30 WIB
Memaksimalkan Waktu dalam Kondisi Apapun
24 Oktober 2012 pukul 09:00 WIB
Katak dan Siput
23 Oktober 2012 pukul 15:00 WIB
Kekuatan Api Cinta
18 Januari 2011 pukul 20:05 WIB
Pelangi
Pelangi » Cermin

Selasa, 22 Januari 2013 pukul 14:00 WIB

Anak Kecil yang Pandai Bersyukur

Penulis : Muh Fadhil

Suatu ketika, seseorang yang sangat kaya mengajak anaknya mengunjungi sebuah kampung, dengan tujuan utama memerlihatkan kepada anaknya betapa orang-orang bisa sangat miskin. Mereka menginap beberapa hari di sebuah daerah pertanian yang sangat miskin.

Pada perjalanan pulang, sang Ayah bertanya kepada anaknya, "Bagaimana perjalanan kali ini?"

"Wah, sangat luar biasa, Ayah."

"Kau lihat kan betapa manusia bisa sangat miskin?" kata ayahnya.

"Oh, ya," kata anaknya.

"Jadi, pelajaran apa yang dapat kamu ambil?" tanya ayahnya.

Kemudian si anak menjawab, "Saya saksikan bahwa kita hanya punya satu anjing, mereka punya empat. Kita punya kolam renang yang luasnya sampai ke tengah taman kita dan mereka memiliki telaga yang tidak ada batasnya. Kita mengimpor lentera-lentera di taman kita dan mereka memiliki bintang-bintang pada malam hari. Kita memiliki patio sampai ke halaman depan, dan mereka memiliki cakrawala secara utuh. Kita memiliki sebidang tanah untuk tempat tinggal dan mereka memiliki ladang yang melampaui pandangan kita. Kita punya pelayan-pelayan untuk melayani kita, tapi mereka melayani sesamanya. Kita membeli untuk makanan kita, mereka menumbuhkannya sendiri. Kita mempunyai tembok untuk melindungi kekayaan kita dan mereka memiliki sahabat-sahabat untuk saling melindungi."

Mendengar hal ini, sang Ayah tak dapat berbicara.

Kemudian sang anak menambahkan, "Terima kasih, Ayah, telah menunjukan kepada saya betapa miskinnya kita."

Betapa seringnya kita melupakan apa yang kita miliki dan terus memikirkan apa yang tidak kita punya. Apa yang dianggap tidak berharga oleh seseorang ternyata merupakan dambaan bagi orang lain. Semua ini berdasarkan kepada cara pandang seseorang. Membuat kita bertanya, apakah yang akan terjadi jika kita semua bersyukur kepada Tuhan sebagai rasa terima kasih kita atas semua yang telah disediakan untuk kita, daripada kita terus menerus khawatir untuk meminta lebih.

Sumber : Anonim

http://spiritoflearner.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Muh Fadhil sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Elsye Ivanne | Swasta
Semoga dengann bergabung di KotaSantri.com banyak manfaat yang saya dapatkan n dapat bertukar fikian dengan akhi n ukhti. Mohon bimbingannnya karena dalam waktu dekat saya harus mengakhiri masa lajang dan berdampingan dengann seorang aktivis dakwah.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.2070 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels