|
QS. Luqman:17 : "Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). "
|
|
|
http://razzahra.multiply.com |
|
http://facebook.com/riana azzahra |





Selasa, 6 Maret 2012 pukul 16:00 WIB
Penulis : Riana Azzahra
Hajar dan bayinya telah ditinggalkan oleh Ibrahim di lembah itu. Sunyi kini menyergap kegersangan yang membakar. Yang ada hanya pasir dan cadas yang membara. Tak ada pepohonan tempat bernaung, tak terlihat air untuk menyambung hidup, tak tampak insan untuk berbagi kesah, kecuali bayi itu, Ismail. Dia kini mulai menangis keras karena lapar dan kehausan.
Maka Hajar pun berlari, mencoba mengais jejak air untuk menjawab tangis putra semata wayangnya. Ada dua bukit di sana. Dan dari ujung ke ujung coba ditelisiknya. Tak ada, sama sekali tak ada. Tapi dia terus mencari, berlari, bolak-balik tujuh kali. Mungkin dia tahu tak ada air di situ. Mungkin dia hanya ingin menunjukkan kesungguhannya pada Allah, sebagaimana telah ia yakinkan pada suami, "Jika ini perintah Allah, Dia takkan pernah menyia-nyiakan kami."
Maka keajaiban itu memancar. Zam zam! Bukan. Bukan dari jalan yang dia susuri atau jejak-jejak yang dia torehkan di antara Shafa dan Marwa. Air itu justru muncul dari kaki Ismail yang menangis, yang haus. Dan Hajar pun takjub. Begitulah keajaiban datang. Terkadang tak terletak dalam ikhtiar-ikhtiar kita.
Mari kita belajar pada Hajar, bahwa makna kerja keras itu adalah menunjukkan kesungguhan kita pada Allah. Mari bekerja keras seperti Hajar dengan gigih, dengan yakin, bahwa Dia tidak akan menyia-nyiakan iman dan amal kita. Lalu biarkan kejaiban itu datang dari jalan yang tidak kita sangka atas iradahNya yang Mahakuasa. Dan biarpun keajaiban itu menenangkan hati ini dari arah manapun Dia kehendaki.
Dari buku 'Dalam Dekapan Ukhuwah' karya Salim A. Fillah
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Riana Azzahra sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.