|
HR. At-Tirmidzi : "Pena (takdir) telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering, apa yang luput darimu tidak akan menimpamu, dan apa yang menimpamu tidak akan luput darimu. Ketahuilah bahwa kemenangan itu bersama kesabaran, kelapangan bersama kesempitan, dan bahwa bersama kesulitan ada kemudahan."
|
|
|
http://junaedogawa.blogspot.com |
|
|
meklis@yahoo.com |
|
yustio004@yahoo.com |
|
yustio004@yahoo.com |




Selasa, 22 September 2009 pukul 20:10 WIB
Penulis : Junaedogawa
Ada seorang pria menunjukkan dua cincin kepada sahabatnya. Satu cincin tersebut terbuat dari permata dan satunya lagi terbuat dari timah.
Lalu pria tersebut bertanya kepada sahabatnya, ”Tahukah kamu cincin manakah yang paling berharga bagiku?”
Lalu dengan sangat yakin sahabatnya menjawab, ”Cincin yang ini.” Seraya menunjuk cincin yang terbuat dari permata.
Kemudian pria tersebut tersenyum dan berkata, ”Bukan. Cincin yang paling berharga bagiku adalah yang ini." Sambil mengangkat cincin yang terbuat dari timah.
Sahabatnya yang mendengar penjelasan itu pun heran.
Kemudian tanpa menunggu sahabatnya bertanya, pria itu berkata, ”Meskipun cincin yang tebuat dari permata ini harganya mahal dan bentuknya indah, tapi ia tidaklah lebih berharga dari cincin yang terbuat dari timah ini. Karena cincin yang terbuat dari timah ini adalah satu-satunya peninggalan dari ibundaku yang tercinta.”
Sesuatu tidak bisa kita nilai berharga karena mahal dan murahnya atau indah dan buruk bentuknya. Tetapi sesuatu itu dinilai berharga karena dari siapa dan bagaimana kita mendapatkan.
Sadarkah kita bahwa apa yang telah kita miliki saat ini adalah datang dan diberikan oleh Zat yang Maha Dicintai dan Mencintai? Maka apa saja yang datang dariNya, semua menjadi sangat bernilai dan berharga, meskipun terkadang kita melihatnya kecil, sedikit, dan buruk.
http://junaedogawa.blogspot.com
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Junaedogawa sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.