|
HR. Ahmad : "Sebaik-baik manusia adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalannya."
|
|
|
http://kotasantri.com |





Selasa, 11 Agustus 2009 pukul 20:13 WIB
Penulis : Redaksi KSC
Ada seorang pria dari Kota Basrah, yang dikenal sebagai orang fasik, meninggal dunia. Tak ada seorang pun yang mau mengurus jenazahnya. Istrinya lalu membayar dua orang untuk memikul jenazahnya ke masjid untuk dishalati. Namun, tak seorang pun mau menshalati.
Akhirnya, sang istri membawanya ke padang luas untuk dikebumikan. Di tempat itu, ada seorang ahli zuhud yang tinggal di gunung. Ia tampak sedang menunggu kedatangan jenazah suaminya. Tersebarlah berita, si zuhud turun gunung untuk menshalati si fulan, hingga mereka ke luar dan ikut menshalatinya.
Seusai shalat, penduduk heran, mengapa si zuhud mau menshalati?
"Aku mendengar dalam mimpiku, agar aku menshalati si fulan, karena ia diampuni Allah," jawab si zuhud.
"Bagaimana perilaku jenazah semasa hidupnya?" tanya dia pada si istri jenazah.
"Orang mengenal suamiku sebagai ahli maksiat dan sering mabuk."
"Teliti kembali, apakah dia memiliki kebaikan-kebaikan?"
"Ya, tiga hal. Pertama, bila sadar dari mabuknya di waktu shubuh, ia segera mengganti pakaian, berwudhu, dan ikut shalat subuh berjama'ah. Kedua, di rumah tak pernah sepi dari satu atau dua anak yatim, ia selalu mencarinya. Ketiga, ia pernah sadar dari mabuknya di malam hari, kemudian menangis dan berkata, 'Ya Tuhanku, letak neraka Jahannam mana yang Kau kehendaki untuk meletakkan orang terkutuk ini?'," jawab wanita itu tentang suaminya.
Diambil dari Majalah Sabili
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Redaksi KSC sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.