|
HR. Bukhari : "Berhati-hatilah dengan buruk sangka. Sesungguhnya buruk sangka adalah ucapan yang paling bodoh."
|





Senin, 4 Februari 2013 pukul 15:00 WIB
Penulis : Rahmatan Idul
Tiba-tiba saja kau terdiam tanpa kata, ketika kutanyakan seribu mengapa. Hanya anggukan kecil yang sesekali meyakinkanku bahwa kau tak sedang tertidur. Entah, apa yang kau pendam dalam diammu. Aku jadi bertanya-tanya, tak bisakah sedikit saja kau kisahkan kepadaku sepenggal gundah yang mendungkan cahaya di wajahmu? Aku tak sedang berkata bahwa diammu itu t'lah menyulut jenuhku. Tidak, bukan. Aku hanya ingin menyingkap semua sekat yang mungkin sedang mencoba 'tuk menciptakan jarak di antara kita. Hanya itu.
Cahaya, aku takkan meminta apa-apa kepadamu. Aku hanya ingin kau melayangkan tatapmu di kedalaman mataku walau hanya untuk sedetik saja. 'Kan kucoba menerka-nerka apa yang telah mengelukan semua kesah yang menggumpal di dadamu. Dan biarkan aku meretasnya hingga lepas. Aku tak sedang mengatakan bahwa diammu itu t'lah mengeroposkan semua persendian rasaku. Tidak, bukan. Aku hanya ingin melihat kau kembali tersenyum semanis yang pernah kau kecupkan untukku, dan bersinar sehangat cahaya yang kau dekapkan di hatiku.
Cahaya, seperti yang pernah kukatakan kepadamu, “Aku membutuhkanmu karena aku membutuhkanmu. Because you already know that I’m nothing without you.”
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rahmatan Idul sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.