Ali Bin Abi Thalib : "Nilai seseorang sesuai dengan kadar tekadnya, ketulusan sesuai dengan kadar kemanusiaannya, keberaniannya sesuai dengan kadar penolakannya terhadap perbuatan kejahatan, dan kesucian hati nuraninya sesuai dengan kadar kepekaannya akan kehormatan dirinya."
Alamat Akun
http://nurul_adhim.kotasantri.com
Bergabung
8 Maret 2009 pukul 20:42 WIB
Domisili
Blora - Jawa Tengah
Pekerjaan
Mahasiswi
i just want to be a good people for everyone...special for my family. Thats all..
http://Newrule-ForMyFuture.blogspot.com
calm_think@yahoo.co.id
calm_think@yahoo.co.id
Tulisan Nurul_Adhim Lainnya
Entah Awal Mula ataukah Akhirnya
9 Agustus 2012 pukul 11:30 WIB
Bolehkah Aku Merindukanmu?
4 Juni 2012 pukul 14:00 WIB
Malaikat-Malaikat Kecilku
19 Februari 2012 pukul 15:00 WIB
Hanyalah Sebuah Nama
9 Februari 2012 pukul 12:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Bingkai

Kamis, 6 September 2012 pukul 13:00 WIB

Tentang Hati

Penulis : Nurul_Adhim

Ada kerinduan yang mungkin tiada tersampaikan. Ada tangis yang tak mungkin mengalir dari mata hati. Ada sejuta asa yang digantungkan pada takdir yang Kuasa. Itulah cinta yang kurasa kini. Di kala penantian tak berujung menghanyutkanku pada sebuah kisah hati yang tak terbendung. Saat indah kusapa hadirmu mengerlingkan rasa ingin tahuku akan sebuah arti hadir hatiku di sisimu. Menggelitik keinginanku untuk menyapa lembut keberadaanmu.

Namun semua sirna. Kucoba menahan egoku sebagai seorang hamba yang tiada kuasa menjaga terang dalam nuraninya. Melayangkan fikirku pada yang nyata dan tentunya ada. Takdir yang kelak akan membawaku menjalani kehidupan dalam naungan cinta suci-Nya Sang Mahasempurna.

Indah warna yang kini terlukis dalam hidupku, membelaiku manja. Menggairahkan kembali sisi lain jiwaku yang telah lama terlelap. Aku dan hadirmu. Sebuah realitas yang hanya aku yang tahu, mengartikan ini semua dengan bahasa kalbu. Melagu, mengembara, meneteskan berjuta rasa yang hanya diketahui oleh-Nya Sang Penguasa Hati manusia.

Pergiku, menorehkan luka dalam dihatiku. Kerana hadirmu memanjakanku dalam setiap langkahku menapaki kembali masa-masa kecilku. Melenyapkan kekuatan yang selama ini kugenggam dalam meretas segala amanah-Nya yang dititipkan kepada jiwa ini. Membuatku kembali rapuh setelah sekian lama aku tegar dalam kesendirianku saat berdiri dan melangkah dengan tertatih.

Tiada ingin aku kehilangan, segala yang telah lama kuharapkan dalam angan. Kini aku harus mau membiarkan semua berlalu. Mengikhlaskan untuk pergi lebih jauh menghadapi kenyataan.

Aku dan sebuah harapan…

Saat ini, ketika kutuliskan sebuah kalimat hati yang tiada mungkin tersampaikan, mungkin hanya airmataku yang menetes menemaniku dalam setiap perjuangan. Kurasa kau tahu, ada yang begitu ingin kurajut bersamamu. Ya, itulah cinta-Nya. Berharap suatu saat kan kulihat senyum indahmu di kala hadir permata jiwa kita, buah hati titipan Sang Illahi yang kelak diamanahkan, menjadikanku seorang bidadari syurga yang menyandingmu dalam setiap desah nafasmu.

Namun ternyata aku terlalu lemah untuk menjalani perjuanganku mengenalkanmu kepada-Nya. Duniamu terlalu keras untuk kutapaki, malam-malammu terlalu ramai untuk tempatku bermunajah, dan hatimu terlalu kokoh untuk dapat kubuka pintunya. Yang justru membuatku semakin pilu untuk berharap engkau dapat melihat dan merasakan hangat cahaya-Nya.

Kucoba mempertahankannya. Sebuah rasa yang kuharap dapat membuatku semakin dekat kepada-Nya. Kucoba mengikuti langkahmu, berharap suatu saat nanti kau akan menatapku dengan senyuman kemudian menyapa hadirku dalam hidupmu dan kau kan berjalan bersamaku di jalan cinta-Nya. Kucoba mendengar nuranimu, berharap suaranya yang begitu lemah akan bertambah kuat bersama nuraniku yang menguatkannya.

Jika aku menyerah hari ini, akankah ini sebuah akhir bagi kisah kita? Jika aku menghentikan langkah kecilku saat ini, apakah aku akan tega meninggalkan sejuta asaku saat bersamamu? Dan jika aku menulikan telingaku atas jeritan hati kecilmu yang begitu lemah, akankah aku menjadi bertambah kuat dalam pengembaraanku?

Kurasa aku kan bertahan, sampai akhirnya Dia Sang Mahakuasa akan menghentikan ini semua lewat takdir-Nya. Terima kasih, karena kau buat aku yang lemah ini semakin bertambah kuat. Untuk terus menunggu, menunggu, dan menunggu. Yang bisa kulakukan dalam setiap usahaku untuk membuka jalan fikirmu kepada hidayah-Nya.

http://Newrule-ForMyFuture.blogspot.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Nurul_Adhim sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Dede Wahyudin | Karyawan Swasta
Syukron... Akhirnya saya bisa menemukan media penyejuk hati. Saya senang sekali. Mudah-mudahan bisa menambah wawasan keislaman saya Aamiin. Keep istiqomah dan salam ukhuwah.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.2194 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels