|
HR. Ibnu Majah dan Abi Ad-Dunya : "Secerdik-cerdik manusia ialah orang yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling gigih membuat persiapan dalam menghadapi kematian itu."
|
|
|
balian_yerr@yahoo.co.id |
|
http://twitter.com/balian_yerr |
Senin, 18 Juni 2012 pukul 11:45 WIB
Penulis : Sabilal Risjad
Dalam kegalauan jiwa, lemah diri menerpa hidup, perlahan ada yang berbisik lembut, "Bangkitlah, nak. Kau adalah mujahid."
Lelah tubuh ini bekerja seharian, betapa nikmatnya tidur sepanjang malam, bertabur mimpi-mimpi indah kosong, berhangat dalam selimut, namun perlahan ada yang menggoncangkan tubuh ini, "Bangunlah, nak. Tuhanmu sedang menanti seorang mujahid yang akan bermunajat padaNya."
Perih mata ini berselancar di layar komputer seharian, merah, berair, Ah, sangat tidak nyaman, namun entah kenapa bisikan itu muncul lagi, "Bukalah Al-Qur'anul Karim, anakku. Mata seorang mujahid akan rehat ketika membaca kalamNya, dan air matamu yang akan menyejukkan mata lelahmu."
Hapeku bergetar, ada sebuah SMS. Ah, ternyata wanita cantik dari kampus itu, mengajak berkenalan. Kesempatan emas untuk ... Astaghfirullah, bisikan itu lagi, "Hapus, nak. Hapus dan jangan gubris pesan itu. Kau mujahid, pasanganmu adalah mujahidah yang telah tertulis di lauhul mahfudz."
Duhai Allah, aku lemah, shalat lima waktu sangat sulit kujaga. Aku lemah, membaca Al-Qur'an pun aku sulit. Disenyumi perempuan pun hatiku selalu bergetar, dan setanpun selalu membimbingku untuk berpikiran terlalu jauh.
Apa pantas aku jadi mujahid di jalan-Mu? Mengapa kau kirimkan bisikan itu selalu?
''Al-muhaajiru man jaharas suua, wal mujaahidu man jaahada hawaahu.'' Muhajirin adalah orang yang hijrah dari keburukan, dan mujahid adalah yang berjihad dengan hawa nafsunya. (Hadits Syarif).
Semoga aku bisa istiqamah sebagai mujahid di jalan-Mu.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Sabilal Risjad sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.