|
Ali Bin Abi Thalib : "Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) dan harta terhukum. Harta itu kurang apabila dibelanjakan, tapi ilmu bertambah apabila dibelanjakan."
|
|
|
http://nurvhie.wordpress.com/ |
|
|
fitri_senja@yahoo.com |





Senin, 12 Maret 2012 pukul 12:00 WIB
Penulis : Nurfitri Rahmawati
Yang mencintaiku bilang, ‘Aku akan terus menunggumu.’ Tapi, aku menunggu yang lain. Yang mencintaiku bilang, ‘Kapanpun kau membutuhkanku, aku slalu ada untukmu.’ Tapi, aku memberikan perhatianku pada yang lain. Yang mencintaiku bilang, ‘Janganlah bersedih, karena air matamu adalah dukaku.’ Lalu ia berhasil membuatku tersenyum lagi. Tapi, aku kembali menangis, menangisi yang kucintai.
Yang mencintaiku, slalu mendengarkan semua ceritaku, meski yang kuceritakan adalah yang kucintai. Yang mencintaiku, slalu berusaha menunjukkan cintanya padaku, meski aku slalu menunjukkan yang kucintai, padanya. Yang mencintaiku, slalu setia padaku, tapi aku, justru memberikan hatiku pada yang kucintai. Yang mencintaiku, rela membuang waktunya untukku, tapi aku, justru menghabiskan waktuku dengan yang kucintai.
Yang mencintaiku, tetap memberikan perhatiannya padaku, meski kini aku tlah bersatu dengan yang kucintai. Yang mencintaiku, adalah yang pertama memberikan ‘bahunya’ untukku ketika untuk kesekian kalinya, yang kucintai menyakiti hatiku. Yang mencintaiku, selalu ada untukku, meski kini ia tlah bersama orang lain, meski kini aku tlah berpisah dengan yang kucintai.
Terkadang cinta sejati itu adalah yang tersaji di hadapanmu.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Nurfitri Rahmawati sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.