|
HR. Al Hakim : "Menyendiri lebih baik daripada berkawan dengan yang buruk, dan kawan bergaul yang shaleh lebih baik daripada menyendiri. Berbincang-bincang yang baik lebih baik daripada berdiam, dan berdiam adalah lebih baik daripada berbicara (ngobrol) yang buruk."
|
|
|
ih_jayus |
|
wahyuwidiyanto@gmail.com |
|
http://twitter.com/utho77 |

Senin, 20 Juni 2011 pukul 11:11 WIB
Penulis : Wahyu Widayanto
Awalnya terfikir, ikuti saja waktu berjalan, ke mana rasa ini akan dibawa pergi. Begitu tak kupedulikan hiruk pikuk hati yang berteriak, semakin lama semakin melemah. Aku juga tak pernah berfikir untuk bertemu denganmu. Bahkan aku juga tak pernah berharap untuk mendapatkan seseorang sepertimu. Apalagi untuk menjalani hidup bersama denganmu, tak pernah aku bayangkan sebelumnya.
Tapi perjalanan ini justru menuju ke arahmu. Hingga akhirnya waktu mempertemukan kita dalam sipu samar yang terkulum, lalu kita duduk bersama sepanjang malam mengguar cerita, sementara bayang-bayang yang selama ini kabur dan samar, perlahan kita kubur dalam tawa.
Sampai pada akhirnya sebuah ikrar terucap. Sebuah kenyataan yang akan aku jalani ini, menyadarkan aku tentang apa yang akan aku hadapi nantinya. Dengan berat, aku harus merubah cara pandang serta keinginan-keinginan yang selama ini tersimpan. Aku mulai mencoba untuk membuka hati, dan menyediakan ruang di sana untuk sebuah rasa dan asa. Walaupun banyak penolakan yang terjadi akan kehadiranmu, aku tetap berusaha mengabaikannya.
Awalnya sulit menjalani dan menghadapi situasi yang baru, dengan orang yang baru, sama sekali tak tahu sedikitpun. Tetapi apa yang tidak mungkin terjadi, kalau Tuhan sudah berkehendak, apapun bisa terjadi. Seiring berjalannya waktu, saat ini asa itu telah hadir, rasa itu telah tumbuh. Dengan izin Allah, aku akhirnya bisa dengan ikhlas menerima kehadiranmu, menyayangimu. Menaruh harapan-harapan hidupku atasmu. Dan memintamu dengan ikhlas untuk menjagaku serta menyayangiku sepenuh hatimu. Walaupun aku tahu engkau juga butuh waktu untuk itu. Tapi aku akan tetap menunggu sampai akhirnya saat itu tiba. Dalam waktu yang tak lagi beda, dalam ruang yang tak lagi pisah, kita sama-sama memaknai betapa masih banyak rahasia yang belum kita singkap.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Wahyu Widayanto sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.