|
HR. Ad-Dailami : "Alangkah baiknya orang-orang yang sibuk meneliti aib diri mereka sendiri dengan tidak mengurusi aib orang lain."
|
|
wahyudaeng@yahoo.com |

Kamis, 2 Juni 2011 pukul 10:00 WIB
Penulis : wahyuddin
Pernah aku mendidik diri tuk berdunia lain dengan cinta. Bagiku, cinta hanyalah sajian hedon yang penuh dengan bumbu Barat. Ya, saat itu aku hanya mengenal roman Romeo - Juliet. Kisah cinta Laila dan Majnun belum tergapai olehku. Eksplorasi romantisme Adam dan Hawa masih begitu adanya. Yang oleh masyarakatku romannya memang terlalu disederhanakan. Saat itu usiaku masih seumur jagung. Masih menikmati indahnya kekanak-kanakan anak-anak.
Teratur, pelan, nyaris tak terukur. Segalanya berubah, raga, indra, mindset, semuanya tumbuh. Dialah Allah Sang Maha Kreator,menumbuhkan tanpa disadari oleh yang mengalami tumbuh. Menumbuhkan fisik disertai tumbuhnya fikiran. Tidak kekanakan lagi, menyukai kedewasaan, kadang dijangkiti rindu, dan siksaan tabungan kasih sayang yang merasa harus terberi.
Membaca diri, lalu sedikit menyimpulkan. Mungkin ibarat pohon padi, segalanya siap bernas. Tiada pilihan selain bermanfaat harus maksimum. Kucari putik yang mungkin menjadi takdirku. Bagian ikhtiar mengintip lembaran misteri Ilahi. Maafkan aku mempelajarimu, karena kuharus jatuh cinta.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan wahyuddin sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.