|
QS. Muhammad : 7 : "Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.
"
|




Kamis, 12 November 2009 pukul 17:15 WIB
Penulis : syifa
Hai dunia...
Aku ingin berbagi sebuah kisah. Kisah yang bercerita tentangku. Tentang bagian kecil dari hidupku, tentang cintaku.
Hari itu, Allah mempertemukanku dengannya. Dia yang kan membawa perubahan besar dalam hidupku. Dia yang kan menjadi kenangan terindah yang pernah kumiliki. Dia yang saat aku melihat senyumnya, aku merasa tenang. Dia yang saat aku mendengar namanya disebut, hatiku terasa bergetar. Dia yang saat aku melihat ada mendung di wajahnya, hatiku terasa sakit karenanya. Dia yang mengajarkanku bagaimana agar aku makin dekat denganNya. Dia yang hidupku terasa makin lengkap karena hadirnya. Dia yang karena senyumnya, tawanya, candanya, membuat hari-hariku semakin sempurna. Dia yang selalu saja membuat hatiku berdebar tak karuan. Dia yang hanya dengan melihat wajahnya saja, hatiku merasa senang. Dia yang telah memenuhi hatiku dengan perasaan yang teramat indah ini, hingga rasanya tak kan mungkin terisi lagi oleh yang lain. Karena dia yang mengajarkanku tentang satu kata itu. Satu kata yang hanya bisa kusimpan. Satu kata yang selalu terasa indah meski kadang menyakitkan. Satu kata itu adalah cinta.
Tapi, dia jugalah yang selalu membuat hatiku lara. Dia yang membuat air mataku bercucuran tuk yang kesekian kalinya. Dia yang semakin tak mungkin kuraih. Dia yang semakin menjauh dariku. Dia yang kini hanya bisa kulihat punggungnya yang kian jauh. Karena, dia yang tak mungkin lagi menatapku, menyapaku, mencandaku, layaknya hari-hari yang telah lalu. Dia yang ternyata hatinya telah ada yang memiliki. Dia yang kini kusadari, perasaan yang ada untuknya ini hanya bisa kusimpan dalam hati.
Namun, dialah yang entah seberapa pun dia menyakitiku, dia yang entah seberapa kali pun hatiku perih karenanya, dia yang entah seberapa jauh dia dariku, tapi dialah yang akan tetap ada di hatiku. Dia yang perasaanku padanya rasanya tak pernah dapat kuubah, meski kini dia semakin seperti mimpi untukku. Dia yang kini, aku hanya bisa menempatkannya sebagai kenangan terindahku. Dia yang kini harus kumulai belajar untuk melupakannya.
Akan tetapi, kini Allah menghadirkan orang lain dalam hidupku. Dia yang dengan tulus mencintaiku. Dia yang dengan tulus memberikan semua kasih sayangnya untukku. Dia yang dengan tulus mencurahkan segenap perhatiannya untukku. Dia yang dengan tulus menerima apa adanya diriku. Dia yang meski tak seperti yang dulu, mulai memiliki tempat di hatiku. Dia yang sedikit demi sedikit mengobati luka di hatiku. Dia yang dengan sabar menanti jawaban dariku. Jawaban dari pertanyaan yang dia ajukan padaku. Apakah aku mau membuka hatiku untuknya?
Sedangkan aku, masih tak yakin dengan apa yang diinginkan hatiku. Aku masih tak tahu apa yang diharapkan oleh hatiku. Aku masih tak tahu apa yang sebenarnya kutunggu.
Kini, aku hanya bisa berharap, semoga Allah lekas memberikan jawaban untukku. Hingga tak perlu ada lagi hati yang luka karena kisah ini. Tak perlu ada lagi tangis yang mengiringi cerita ini. Tak perlu ada lagi sakit dalam kisah ini. Hingga kisah ini dapat berakhir bahagia. Aku hanya berharap Allah kan memberi jawaban yang terang bagiku. Karena aku yakin, Allah pasti memberikan yang terbaik untukku. Karena kusadari, hanya Allah Sang Cinta Sejati. Hanya cintaNya yang tak kan pernah menyakiti. Hanya cintaNya yang sejati. Karena cintaNya tak pernah meninggalkan lara dalam hati. Jadi, kini kupasrahkan semua padaNya, pada Ilahi Rabbi, Sang Pemilik cinta sejati.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan syifa sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.