|
QS. Muhammad : 7 : "Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.
"
|
|
razan.pranoto@yahoo.com |

Kamis, 22 Oktober 2009 pukul 18:45 WIB
Penulis : Yanti Afriyani
Dear Diary,
Saat ini aku seneng banget. Tau gak kenapa? Kini aku sudah tidak sendiri lagi, karena aku dapat temen baru, orangnya baik, dewasa, cantik, anggun, dan shalihah. Selama mengenalnya, banyak banget hal yang sudah dia berikan ke aku. Cinta, perhatian, dan kesabarannyalah yang telah menjadikan aku seperti ini.
Tanpa dia, mungkin aku tidak akan pernah mengenal jalanNya. Dia mengajarkanku banyak hal dan telah membantu mengubah segala hal dalam diriku menjadi lebih berarti.
Diary, ternyata cinta itu sangat indah dan manis yach. Dan aku benar-benar merasakannya. Terima kasih cinta, karena telah membawakan seorang teman untukku.
***
Dear Diary,
Perasaanku benar-benar kacau. Aku ingin menangis tapi tidak bisa. Aku ingin tersenyum tapi juga tidak bisa. Yang aku rasakan adalah suatu kehampaan yang seketika menyerang diri ini ketika mendengar bahwa cinta akan membawanya pergi. Rasanya waktu yang diberikan cinta terlalu sebentar, sedangkan aku masih ingin bersamanya.
Jadi teringat salah satu ucapannya bahwa ikhlas itu sangat indah dan Allah akan memberikan balasan bagi siapa pun yang ikhlas, karenanya kita harus bisa ikhlas atas segala ketentuan dan ketetapanNya agar memperoleh balasan yang tidak kalah cantik dan manisnya seperti yang telah diambilNya.
Diary, hari itu aku melihatnya cantik sekali. Oh bukan, yang benar adalah sangat cantik. Dibalut gaun putih dengan motif bunga-bunga yang membuatnya terlihat makin anggun, match banget ketika bersanding dengan seorang ikhwan berjas hitam.
Diary, mereka bener-bener pasangan yang serasi banget. Dan senyum itu adalah senyum terakhirnya untukku. Pelukan itupun adalah pelukan terakhir kami.
Diary, ternyata cinta itu jahat yach. Dia telah mengambil orang yang aku sayang. Tapi aku enggak pernah membenci cinta, karena cintalah yang telah mengenalkanku dengan ikhlas. Terima kasih cinta.
***
Dear Diary,
Kini aku gak sendiri lagi lho. Aku dapat temen baru lagi, orangnya baik, ramah, agamanya pun bagus, dan dia juga cukup dewasa. Banyak hal yang aku pelajari dari mengenalnya. Aku kini dapat memaknai arti sebuah persahabatan yang sesungguhnya, arti kepercayaan, arti sebuah kekecewaan, arti rasa sayang, dan aku pun mulai mengenal cinta lebih dekat dari sebelumnya.
Ternyata benar makna sebuah kata "Don't judge a book by it's cover". Sayang aku baru menyadarinya ketika telah menelan kekecewaan, sebuah rasa dimana kekuatannya mampu mengalahkan rasa sayang dan cinta.
Diary, aku sedih banget karena ternyata dia bukanlah teman yang baik, bukanlah teman yang ramah seperti pertama kali aku mengenalnya. Dan kini, yang aku rasakan adalah kecewa yang mendalam atas segala hal. Kecewa ketika kepercayaan tidak lagi diindahkan, kebersamaan tidak lagi bermakna, ego meraja di hati, dan ketika hati sudah tidak lagi seputih kapas. Aku seperti terlempar dalam sebuah lubang yang dalam dan terjatuh di atas batu-batu kecil yang tajam. Ooh, cinta kamu di mana?
***
Dear Diary,
Jangan cemburu yach! Karena kini aku makin dekat dengan cinta, ia yang telah menghantarkanku pada kebahagiaan. Mengenai kecewa, lupakan saja! Anggap saja kita enggak pernah mengenalnya, malah sebaliknya, aku berterima kasih pada cinta. Karena sesungguhnya bukan cinta yang telah mengambil kebahagiaanku. Melainkan ia mengenalkanku pada kecewa, lebih cepat sebelum cinta palsu merasuki jiwa dan hati ini.
Dan kini, aku sadar bahwa sebenarnya kita tidak pernah sendiri, karena cinta selalu ada dalam diri kita. Dan kita harus pandai-pandai menjaganya agar ia tidak rusak, hancur oleh kepalsuan dunia ini.
***
Buat cinta,
Makasih banyak yach untuk semuanya. Ternyata apa yang sering mereka katakan tentangmu adalah salah, kamu terlalu cantik dan indah untuk kubenci. Dan hanya kamu yang bisa memahami aku. Ooh cinta, ketuklah pintu hati mereka agar tak lagi menjadikanmu sebagai objek permainan mereka.
Cinta, kamu adalah amanah terbesar dalam hidupku dan aku akan menjagamu sebaik mungkin. Love you always.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Yanti Afriyani sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.