Ibn. Athaillah : "Di antara tanda keberhasilan pada akhir perjuangan adalah berserah diri kepada Allah sejak permulaan "
Alamat Akun
http://zahirul-haq.kotasantri.com
Bergabung
17 Agustus 2010 pukul 22:47 WIB
Domisili
Kebumen - Jawa Tengah
Pekerjaan
Swasta
http://www.ahsanaamiin.com/
afifzh
http://facebook.com/ahsan.aamiin
http://twitter.com/ahsanaamiin
Catatan Muhammad Lainnya
Ketika Senandung Camar Itu Tiada
8 Desember 2011 pukul 09:44 WIB
Kebanggaan dan Kesombongan
6 Desember 2011 pukul 13:01 WIB
Catatan
Kamis, 8 Desember 2011 pukul 09:34 WIB
Ketika Senandung Camar Itu Tiada

Oleh Muhammad Ngafif

pagi hari tiup bayu semilir menghilir dedaunan

butir-butir cahya mentari menyapa halus kayu-kayu pepohonan

dan lembar demi lembar kelopak daun sisa musim semi yang mulai berguguran

membias indah menyimpan berjuta senyuman


nun jauh di sana

seorang anak kecil telanjang kakinya berlarian

melintas garis-garis pantai menyiratkan Rahasia Alam Tuhan

sambil membawa jala lebar penangkap ikan

hanya satu yang ada dalam pikirannya :

"Aku harus bisa mengumpulkan ikan sebanyak mungkin

untuk membantu emak berjualan di pasar kota

dan menyisihkannya untuk kusimpan sedikit di tabungan

walaupun tak seberapa "...


terlintas di pikirannya segaris senyum yang tulus dan bahagia

yang selalu menghias wajah kerut-merut seorang wanita 50an

yang telah banyak dimakan panasnya api perjuangan hidup

yang telah mengenal banyak duri dan onak tajam

namun senantiasa penuh cinta dan keikhlasan


hari pun tertatih-tatih merambat siang

mentari mulai menggeser di antara awan-awan

camar-camar riang bernyanyi menghias lelangit terang


"Hei, agaknya hari sudah siang

aku harus segera berkemas pulang

mengganti baju lusuh ini dengan baju yang sedikit lebih rupawan

untuk kupakai ke sekolahan"


dan anak kecil lusuh berwajah tampan itupun segera melangkah pulang

mengayunkan langkah-langkah penat yang tak begitu ia rasakan

demi dilihatnya bayangan emaknya yang tengah menantinya di depan

dan terukir senyum bahagia di wajah tuanya

karena melihat kehadirannya dengan ikan jaringannya yang berlimpah

"Emak pasti senang...

ah, aku ingin segera berjumpa emak

emak yang sangat aku sayang"

sesekali dibetulkannya jaring penuh ikan yang menggelayut berat di bahu kirinya

sambil tangan kanannya menyeka peluh yang mengalir di sekujur wajah dan lehernya


akhirnya,

tibalah ia di jalan arah menuju rumahnya

seolah terbayang sudah masakan yang sudah disiapkan emaknya

penopang lapar yang sejak tadi menggoda perutnya


namun...

langkah penatnya tiba-tiba terhenti

terheran melihat banyaknya orang di depan rumahnya

"Tak seperti biasanya, ada apakah gerangan?

Di manakah emak?"

tanyanya dalam hati

dan langkahnya pun diteruskannya


setibanya di dekat rumah

sang bocah 10 tahun itupun berteriak lantang

"Emaak... emaak... aku pulang!

Jaringku penuh, Mak, ikanku banyak

Emak, emaak, ...

aku sudah pulang, Maak...!!"


di dekat pintu masuk rumah kayu yang sudah hampir rubuh itu

tangan bocah itu dipegang oleh seorang pria

"Paman, Paman ada di sini?

Emak di mana, Paman? Aku ingin menunjukkan hasil panen ikanku hari ini

Aku ingin melihat senyum indah emak, Paman... "


akhirnya pria berwajah sedih itupun melepaskan pegangan tangannya

dan sang bocah pun melanjutkan langkah penat kakinya

di antara kerumunan orang-orang yang memenuhi sekelilingnya


tiba-tiba... kedua mata bundarnya terbelalak lebar

mulut mungilnya terbuka tanpa suara

nafasnya seolah terhenti seketika

kedua alis tebalnya terpaut menggaris dahi

dan...

sebuah lengkingan mengharukan pun memecah deburan ombak kehidupan Rahasia Tuhan

" Emaak...! Emaak...!

Emak..., jangan tinggalkan Bayu, Mak...

jangan tinggalkan Bayu....

Mak, kalau emak pergi, Bayu akan sendiri...

Emaaak...!! "


isak tangis pilu menyayat buluh perindu

seorang hamba telah kembali ke Empunya

sang camar perindu telah kembali ke Kampungnya

sang pelipur lara bayu telah bertemu Kekasih Hatinya

emak sang bunda tercinta telah pergi tinggalkan dunia

menyisakan sebait senyum kasih dan keikhlasan akan seorang bunda...

________________________________________________________

* untukku, untukmu bocah ditepi pantai itu, dan untuk yg pernah merasakan ditinggal seorang Ibu.

Bagikan

--- 0 Komentar ---

cinta sejati dan Nurliyanti menyukai catatan ini.
Elis Khatizah | Mahasiswa Pasca Sarjana
Artikelnya bagus-bagus.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0973 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels