QS. An-Nahl : 97 : "Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."
Alamat Akun
http://yudie.kotasantri.com
Bergabung
18 Maret 2010 pukul 04:47 WIB
Domisili
Jakarta - DKI Jakarta
Pekerjaan
Karyawan
http://tetapbersyukur.wordpress.com
yudi_aja56@yahoo.co.id
mas.yudiii
http://facebook.com/Wahyudi Yusuf
Catatan Wahyudi Lainnya
Tak Terasa
13 Juni 2011 pukul 14:34 WIB
Laksanakan Peran Itu
20 Mei 2011 pukul 14:42 WIB
Tetaplah Berjuang
15 Januari 2011 pukul 21:08 WIB
Jangan Lemah
10 Januari 2011 pukul 01:37 WIB
Slalu Ada Momen Berbeda
15 November 2010 pukul 09:28 WIB
Catatan
Rabu, 22 Juni 2011 pukul 13:47 WIB
Alihkan Perhatianmu...!!!

Oleh Wahyudi

Disaat tertentu, untuk menghadapi suatu godaan kita akan sulit untuk melawannya, apabila disaat godaan itu datang, kita tidak segera beranjak(mengalihkan perhatian) kita dari godaan itu. Sebagai gambaran, kita gunakan contoh : menguap. Disaat kita melihat orang yang sedang menguap, maka tak terasa kita juga ikut menguap. Kita membaca artikel-artikel tentang menguap, bisa jadi kita juga akan menguap(bisa jadi Anda yang sedang membaca tulisan ini juga sedang menguap :-D ). Begitulah. Kita tak mampu menahannya. Tapi disini kita tidak akan membahas soal menguapnya, takutnya nanti pada menguap terus :-D . Namun kita akan membahas keinginan kuat(godaan) yang terkadang timbul tiba-tiba namun akibatnya penyesalan yang tiada akhirnya.

Kita awali dengan contoh kasus dalam kehidupan sehari-hari. Ketika kita berjam-jam berada di depan televisi, terhipnotis oleh suatu tayangan televisi sehingga kewajiban-kewajiba kita jadi tebengkelai, jika kita tetap di depan televisi, kita tetap akan terhipnotis oleh tayangan televisi itu. Maka jalan yang terbaik adalah langsung pencet tombol off dan langsung beranjak dari depan televisi. Disaat kita sedang berbelanja suatu keperluan dan dari rumah sudah membawa daftar yang harus dibeli. Adakalanya kita melihat-lihat barang ini barang itu, ditambah lagi ada sales yang begitu lihainya dalam merangkai kata untuk menawarkan barang dagangannya, bisa jadi timbul keinginan sesaat tapi kuat untuk membeli barang yang tidak masuk daftar. Padahal kita tidak terlalu membutuhkan barang itu, hanya ingin membeli. Keinginan kuat dan timbul tiba-tiba. Akibatnya yang telah masuk dalam daftar tidak terbeli. Atau terbeli semua tapi tahu-tahu pengeluaran jadi membengkak. Maka segera alihkan perhatianmu pada apa yang menjadi tujuanmu.

Kita berlanjut pada godaan yang hubungannya dengan nafsu syahwat. Masih ingatkah dengan kisah Nabi Yusuf AS tatkala digoda oleh istri Al Aziz. Allah Ta’ala berfirman : “Dan keduanya berlomba-lomba menuju pintu dan wanita itu menarik baju gamis Yusuf dari belakang hingga koyak.”(QS Yusuf : 25). Yusuf ‘Alaihissalaam tidak mau tinggal diam lama-lama atau menunggu sambil berpikir-pikir terlebih dahulu. Tetapi dia memilih untuk segera berlari(untuk menghindar). Karena begitulah nafsu syahwat, jika sudah bangkit atau tersulut ia akan langsung menyala dalam diri orang yang bersangkutan dan susah untuk diredam. Jika yang bersangkutan tidak segera mengambil langkah cepat untuk menghindar(mengalihkan perhatian) bisa jadi nafsu itu akan terus dan terus menekan, sehingga akibatnya orang tersebut akan terperosok kedalam hal-hal yang dilarang. Kecuali orang-orang yang dilindungi oleh Allah. Dan Nabi Yusuf adalah termasuk hamba Allah yang dilindung-Nya. Dalam QS Yusuf :24, Allah berfirman :” Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusufpun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.” Ayat ini tidaklah menunjukkan bahwa Nabi Yusuf a.s. punya keinginan yang buruk terhadap wanita itu (Zulaikha), akan tetapi godaan itu demikian besarnya sehingga andaikata dia tidak dikuatkan dengan keimanan kepada Allah s.w.t tentu dia jatuh ke dalam kemaksiatan. Begitupun dengan kita terutama bagi yang belum menikah, jika nafsu syahwat itu tersulut dan menyala dalam diri kita, maka cara yang terbaik adalah segera meghindar(mengalihkan perhatian kita). Rasulullah mengajarkan kepada kita cara untuk meredam nafsu yaitu dengan berpuasa. Bagi yang sudah menikahpun juga ada potensi untuk melirik(berkeinginan) kepada laki-laki atau perempuan lain, maka segera alihkan perhatianmu pada siapa yang menjadi pasangan sahmu.

Bicara soal mengalihkan perhatian, tidak bisa terlepas dari pandangan mata. Karena hal-hal yang kita lakukan berawal dari pandangan.Rasulullah bersabda dengan membawakan firman Allah dalam hadits Qudsi: “Pandangan mata adalah panah beracun dari antara panah-panah Iblis. Barangsiapa meninggalkannya karena takut kepada-Ku maka Aku ganti dengan keimanan yang dirasakan manis dalam hatinya.” (HR. Al Hakim).Maka sebagai langkah pencegahan agar kita tidak semakin jauh larut dalam penyesalan Rasulullah memperingatkan kepada kita dengan sabdanya. Dalam hadits Rasulullah SAW kepada Ali ra. disebutkan bahwa, “Janganlah kamu mengikuti pandangan pertama dengan pandangan berikutnya. Karena yang pertama itu untukmu dan yang kedua adalah ancaman/dosa.”

Sudah saatnya bagi kita untuk berusaha mengalihkan perhatian kita dari hal-hal yang negatif, yang berpotensi menggoda keimanan dan beralih dengan menyibukkan diri pada hal-hal yang dapat memupuk keimanan kita. Jangan sampai tergoda apalagi terlena, jika tidak ingin menyesal nantinya. Alihkan perhatianmu…!!!

Bagikan

--- 0 Komentar ---

Johari Wianto menyukai catatan ini.
Maharandi | Karyawan
Syukur alhamdulillah, sejak pertama kali membaca tulisan-tulisannya, saya langsung tertarik, karena materinya beragam dan terkadang mendatangkan inspirasi baru. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan hidayahNya kepada kita semua.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0539 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels