HR. Al Hakim : "Menyendiri lebih baik daripada berkawan dengan yang buruk, dan kawan bergaul yang shaleh lebih baik daripada menyendiri. Berbincang-bincang yang baik lebih baik daripada berdiam, dan berdiam adalah lebih baik daripada berbicara (ngobrol) yang buruk."
Alamat Akun
http://yudie.kotasantri.com
Bergabung
18 Maret 2010 pukul 04:47 WIB
Domisili
Jakarta - DKI Jakarta
Pekerjaan
Karyawan
http://tetapbersyukur.wordpress.com
yudi_aja56@yahoo.co.id
mas.yudiii
http://facebook.com/Wahyudi Yusuf
Catatan Wahyudi Lainnya
Tetaplah Berjuang
15 Januari 2011 pukul 21:08 WIB
Jangan Lemah
10 Januari 2011 pukul 01:37 WIB
Slalu Ada Momen Berbeda
15 November 2010 pukul 09:28 WIB
Jangan Lagi Tertunda
30 Oktober 2010 pukul 20:54 WIB
Pesan Persaudaraan
16 Oktober 2010 pukul 21:24 WIB
Catatan
Jum'at, 20 Mei 2011 pukul 14:42 WIB
Laksanakan Peran Itu

Oleh Wahyudi

Sahabat-sahabat muslimah, sungguh Islam sangat memuliakanmu. Jika engkau seorang ibu dalam rumah tangga, engkau bukan sekedar membersihkan rumah, bukan sekedar menyenangkan suami dan bukan sekedar melahirkan, tapi engkau adalah pendidik generasi penerus yang memberi warna pada masyarakat Islam. Jika engkau masih sebagai calon ibu dalam rumah tangga engkaupun sedang mempersiapkan diri untuk menjadi madrasah pertama bagi buah hati, generasi penerusmu. Sungguh tugas yang sangat mulia. Mendidik. Tidak inginkah dari rahimmu lahir dan sekaligus engkau mendidiknya menjadi generasi yang rabbani, generasi yang taat kepada Allah dengan mengikuti jejak Rasulullah SAW, generasi yang menjadi penyejuk mata bagi kedua orangtuanya dan selalu mendo’akan ibu bapaknya.

Jangan biarkan generasi penerusmu menjadi generasi yang mengalami degradasi. Jangan biarkan buah hatimu menjadi yatim, padahal dia mempunyai ayah dan ibu. Bukankah saat ini banyak anak-anak yang masih lengkap ayah ibunya, tapi si anak tidak mendapatkan perhatian dari orangtuanya dan dibiarkan saja anak-anak itu berkembang sendiri. Tentunya engkau tidak ingin menjadi bagian dari mereka yang mengabaikan buah hatinya hanya karena menuruti obsesi pribadi.

Bukan, bukan ayah dan bunda tiada
Keduanya masih ada
Tapi,
Ibunya seakan menyia-nyiakannya
Sibuk untuk mengenyangkan tuntutan nuraninya sendiri
Ayahpun larut dalam kesibukannya
Kering kasih sayang
Kering perhatian
Kering pendidikan
Apakah aku yatim?


Bukan. Engkau bukan muslimah yang membiarkan generasi penerusmu bertanya-tanya “Apakah aku yatim?” Laksanakan tugas itu. Ambil peran itu. Jangan biarkan lingkungan yang tidak kondusif mempengaruhi perkembangan generasi penerusmu. Jangan biarkan arus budaya yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip Islam itu menjadi acuan bagi generasi penerusmu. Orangtuanyalah yang memegang peranan penting dalam pendidikan generasi penerusnya. Jangan biarkan bayi yang terlahir suci itu akhirnya terkontaminasi. Bukankah Rasulullah bersabda:”Setiap bayi yang lahir dalam keadaan fitrah. Maka orangtuanyalah yang kemudian berperan merubah fitrahnya, apakah kelak ia menjadi Yahudi, menjadi Majusi atau menjadi Nashrani.” Fitrah(Islam) itu telah menyatu dalam setiap anak yang lahir. Maka tugas orang tua untuk tetap mengasuh buah hati yang fitrah itu dengan sistem dan pola yang fitrah pula.

Sahabat-sahabat muslimah….!!!

Selamat berjuang untuk ikut andil dalam mencetak generasi-generasi penerus yang tetap pada fitrahnya, generasi yang rabbani dan generasi yang berkwalitas.

Bagikan

--- 0 Komentar ---

Anna | Staff UPT Laboratorium
Subhanallah... KotaSantri.com isinya bagus, menarik, dan yang pasti banyak artikel-artikel yang menambah ilmu dan pengalaman.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0390 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels