|
HR. Al Hakim : "Menyendiri lebih baik daripada berkawan dengan yang buruk, dan kawan bergaul yang shaleh lebih baik daripada menyendiri. Berbincang-bincang yang baik lebih baik daripada berdiam, dan berdiam adalah lebih baik daripada berbicara (ngobrol) yang buruk."
|
|
|
balian_yerr@yahoo.co.id |
|
http://twitter.com/balian_yerr |



Oleh Sabilal Risjad
Saudaraku yang ku cintai, izinkanlah aku membahas sunnah rasul yang agaknya mulai ditinggalkan,
sunnah yang sangat rasulullah cintai dan beliau lakukan dalam setiap kesempatan, ,
saudaraku, di zaman modern ini sepertinya siwak sudak mulai ditinggalkan, kita mengganggap bahwa sikat gigi sudah cukup untuk menggantinya.
'aisyah berkata: rasulullah b'sabda, 'bersiwak itu dapat membersihkan mulut dan membuat Allah ridha (h.r. Baihaqi dan nasaa'i)
begitu pentingnya bersiwak, rasulullah pernah bersabda, 'sekiranya tidak membuat sulit ummatku, maka akan aku perintahkan mereka bersiwak pada tiap wudhu (h.r malik, ahmad dan nasaai), apakah mungkin kita menggosok gigi dengan pasta gigi tiap wudhu ?, justru hal ini berbahaya. Beda halnya dengan siwak yg semakin digunakan semakin membawa manfaat.
Dalan kitab tanwirul qulub, al Hafiz bin Hajar, menjelaskan manfaat siwak, siwak itu membuat Allah ridha, memutihkan gigi, membersihkan mulut, menambah kepintaran, memfasihkan lisan, menguatkan gigi, menghilangkan bau mulut, membuat musuh segan, menambah harta dan anak, mencegah sakit gigi, mencerahkan wajah, meluaskan rezeki, membuat setan marah dan membuat malaikat senang.
Saudaraku, Rasul tercinta khawatir memberatkan ummatnya atas siwak, karena Rasul tahu tidak disemua tempat tidak ada kayu siwak, namun kalau kita berusaha, saya yakin, kita bisa dengan mudah membelinya di toko2 islam.
Semoga apa yang saya sampaikan bisa menjadi motivasi untuk kita semua dalam menghidupkan sunnah rasul.
Saya akhiri dgn sebuah hadis syerif, 'rak'ataani bis siwaaki, afdhalu min sab'iina rak'atan bilaa siwaak, (dua raka'an shalat dengan siwak, lebih afdhal daripada tujuh puluh raka'at shalat tanpa siwak) (h.r Abu na'im)
waALLAHU'alam.
| Bagikan | Tweet |
|
--- 0 Komentar ---