|
Ibn Qudamah : "Ketahuilah, waktu hidupmu sangat terbatas. Nafasmu sudah terhitung. Setiap desahnya akan mengurani bagian dari dirimu. Sungguh, setiap bagian usia adalah mutiara yang mahal, tak ada bandingannya."
|
|
loctavinibarraq@gmail.com |
|
http://facebook.com/Lara Oki Moslem Barraq |





"Bebahagialah kamu tapi jangan berlebihan, dan bersedihlah kamu tapi jangan berlebihan pula", demikian firmanNYA. Kapankah bahagia ataupun kesedihan itu akan datang, hal tak terprediksikan. Seperti hujan, ia akan datang tiba-tiba saja. Bahkan di saat yang terik, terkadang Tuhan turunkan gerimis. Di saat mendung, hujan bisa tak kunjung tiba.
Begitulah, Allah berikan pergantian 'pada suatu waktu' dan 'di waktu-waktu yang lain' begitu cepat. Juga untuk diri saya setahun silam saya batal menikah, setelah cukup lama proses untuk hal ini. Rencana pernikahan nyaris terlaksana, terjadilah saat terberat dalam fase kehidupan saya.
Beberapa hari berikutnya saya memutuskan untuk keluar dari pekerjaan saya. Seseorang yang berkuasa di kantor terlalu sering mengganggu saya, belum lagi fitnah. Akibatnya hubungan dengan teman-teman memburuk. Lengkap sudah : cinta hancur, kehilangan pekerjaan.
Bagi saya keadaan saat itu merupakan keadaan 'pada suatu waktu'. Allah menghadirkan begitu banyak cobaan dan kesedihan beruntun. Saya mencoba ikhlas, meski tak kuasa menahan tangis. Di sela tangis, saya selalu berdo'a memohon pengganti yang lebih baik.
Ajaibnya, dalam hitungan hari Allah berikan saya pekerjaan yang lebih baik dan indah. Sebulan sesudah itu, Ia beri saya seorang pendamping hidup, yang bagi saya lebih baik dari seseorang di masa lalu saya.
Sang Maha Kasih pun memberikan saya rizki beasiswa untuk melanjutkan master di Kuala Lumpur. Bagi saya ini merupakan 'waktu-waktu lain'. Allah berikan kebahagiaan bertubi-tubi sesudah duka bertubi-tubi. Dia datangkan cerah pada saya secerah-cerahnya, hujan selebat-lebatnya.
Tapi, tidak berhenti begitu saja. Di malam pernikahan saya, nenek saya berpulang sepekan setelahnya mertua saya menyusul. Lima hari sebelum keberangkatan saya ke Kuala Lumpur atau dua bulan setelah saya menikah, ayah saya menyusul kembali kehadiratNYA. Pada suatu waktu dan waktu-waktu lainnya, Allah telah begitu cepat mempergilirkan dalam hidup saya.
Frustasi kerap menjadi akhir bagi kita. Seolah tak ada lagi harapan. Seolah Allah membenci kita sehingga ditimpakannyalah begitu banyak derita pada kita. Sejatinya, itu hanya cobaan. Terimalah sebagai pergiliran 'suatu waktu' dan 'di waktu-waktu yang lain'.
Pandanglah cobaan hidup sebagai perputaran 'pada suatu waktu dan di waktu-waktu yang lain'. Selalu bersemangatlah jalani hidup. Sebab hidup adalah anugerah terindah
>>>>> By Khalifah
hmm... kalimat yang begitu senang saat aku membacanya "Pada suatu waktu dan waktu-waktu yang lain"
Maha Suci Alloh yang telah menciptakan segalanya secara seimbang, semua sementara dan ada batasnya. begitulah Allah berikan pergantian waktu dengan begitu cepatnya.
"Berbahagialah kamu tapi jangan berlebihan, dan bersedihlah kamu, namun jangan berlebihan pula" menagis dan tersenyumlah engkau,, namun sisakan senyum di sela tangismu begitu pula saat kau tersenyum sisakan tangis di selanya.
sedih, kecewa saat harapan tak kunjung menjadi nyata adalah hal yang biasa dan manusia namun, larut dalamnya dan menjadikan diri menjadi berputus asa adalah hal yang luar biasa. Terlalu banyak nikmat dalam hidup ini, bahkan saat ini pun kita masih bisa bernafas (aku masih bisa menulis note ini, dan kalian yang bisa membacanya) sungguh merupakan nikmatnya. Sungguh ketakjuban setiap paginya mendapati diri ini masih bisa bernafas, tentu hati ini berpikir bahwa IA Maha Pemaaf jika tidak, tentu nafas ini telah terhenti sebelum ketakjuban itu datang.
" Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan" (Ar-Rahman : 13)
Ampunan Alloh menenggelamkan dosa,,
Cinta Alloh mengalahkan logika,,
Kasih Alloh membuat kita tidak memerlukan apapun,,
Ridho Alloh memenuhi segala harapan...
Pena (takdir) telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering, apa-apa yang luput darimu tidak akan menimpamu dan apa-apa yang menimpamu tidak akan luput darimu. Ketahuilah bahwa kemenangan itu bersama kesabaran, kelapangan bersama kesempitan dan bersama kesulitan ada kemudahan (HR. At-Tirmidzi).
Jika suatu kesenangan yang kamu harapkan tidak tercapai, maka senangilah sesuatu yang ada dan terjadi (Ali ra)
Selamat berjuang teman2ku....
Wallahu a'lam bisshowwab
**** dedicated for all of PSA '05
| Bagikan | Tweet |
|
--- 0 Komentar ---