|
Umar bin Abdul Aziz : "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika engkau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
|




Oleh Miftarini Juniarti
Saat kita mencintai seseorang tentu begitupula sebaliknya kita pasti ingin orang tersebut mencintai kita sebesar bahkan lebih dri besar cinta kita padanya. itulah sifat manusiawi yg dimiliki tiap insan. namun bisakah kita mencintai dengan ikhlas..?? mencintai meski tidak memiliki… itulah yang sedang aku coba untuk mengerti saat ini.
Kadang dalam hati kecilku bertanya apakah aku ini mencintainya dengan ikhlas?? mungkin iya karena aku tetap sayang meski dia melukai. aku tak bisa menyingkirkannya meski dia tak memilihku, asal dia ada untukku aku tdk perduli meski aku bukanlah “the one and the only”. tapi mungkin juga tidak karena hatiku terasa sakit saat dia mengabaikanku, perih waktu dia bersama yg lain. Aku tdk sanggup menahan tangis ketika aku sudah menunggunya sejak pagi dan terus menunggu hingga sore dan dia pergi meninggalkanku begitu saja.
Tapi aku belajar untuk mencintai dengan ikhlas. akan tetap mencintainya hingga suatu saat dia juga mengerti arti dari semua pengorbananku. seperti kata pepatah hargai saja apa yg kumiliki saat ini meski esok hari adalah misteri.
Aku akan mencintaimu sebatas mampuku dan menyerahkan segenap hati dan hidupku hanya pada-Nya. karena aku yakin hanya pada-Nya selayaknya cinta sejati yang takkan melukai.
Aku akan meminta cintaku pada-Nya karena tak ada yg tak mungkin bagi-Nya
Cinta Sejati ….
telah melepaskan segala keakuan,
telah membuang rasa kepemilikan,
telah melempar jauh jauh pengharapan,
Cinta Sejati ….
Sanggup menderita demi Sang Kekasih
Sanggup memberikan yang terbaik untuk Sang Kekasih
Sanggup menyerahkan segalanya buat Sang Kekasih
Cinta Sejati …
Hanya ketulusan
Hanya keikhlasan
Hanya kasih sayang
Cinta Sejati …
takut melukai perasaan Sang Kekasih
takut membuat cemburu Sang Kekasih
takut mengecewakan Sang Kekasih
Cinta Sejati …
egoku lenyap
kepentinganku hilang
keinginanku musnah
Cinta Sejati …
Kebahagiaan Sang kekasih yang didambakan
Senyuman manis Sang Kekasih yang dirindukan
Sapaan lembut Sang Kekasih menggetarkan seluruh jiwa
Cinta Sejati ….
ketika aku lenyap hilang musnah
kudapatkan AKU tersenyum mesra
akhirnya tersadarlah Engkau adalah Aku
Cinta Sejati …
indah
nikmat
luar biasa
Cinta Sejati...
Diam menyaksikan dengan seluruh kesadarannya
Hening dalam ketenangan jiwa
Tak berdaya upaya dalam pelukanNYA
tak satu katapun yang keluar dari mulut pujangga yang bisa mengungkapkannya dan sekaligus menggambarkannya, hanya sang diri yang mengalaminya yang terpuaskan dari segala dahaga haus akan kehidupan yang sejati, dalam kesejatian rasa kutersimpuh.
Salam Sayang… para Kekasihku yang berkumpul di sini
Semoga berkat dan ANUGERAH Allah melimpah atas kita semua
Sehingga kita bersama sampai di tempat yang kita rindukan...
| Bagikan | Tweet |
|
--- 2 Komentar ---