|
HR. At-Tirmidzi : "Ya Allah, sesungguhnya aku mohon perlindungan kepada Engkau dari hati yang tidak pernah tunduk, dari do'a yang tidak didengar, dari jiwa (nafsu) yang tidak pernah merasa puas, dan dari ilmu yang tidak bermanfaat."
|
|
|
http://arrafiiyah-arrafiiyah.blogspot.com |
|
http://facebook.com/profile.php?id=100000493450379 |
|
http://twitter.com//#!/akbararrafiiyah |





Oleh H. Akbar
Kebanyakannya ditentukan oleh kebiasaan sehari-hari waktu hidup. Maka jangan heran jika mendengar pelacur mati ketika berzina. Atau pemain sepakbola yang mendadak dijemput izroil ketika sedang mengejar-ngejar kulit bundar. Pun, seorang shalih yang dipanggil Allah dalam ruku’, sujud atau tindak ketaatan lain karena memang semasa hidupnya orang ini terbiasa berada dalam ketaatan dan ketundukan kepada Allah.
Meskipun begitu, kita juga disuguhi sebuah fenomena berkebalikan. Misalnya orang shalih yang mati dalam kekufuran atau orang fajir yang meninggal dalam keadaan ketaatan. Jika ini yang terjadi, maka ini adalah pengecualian. Allah berkehendak membuat pelajaran bagi kita, bahwa iman yang ada haruslah dijaga terus hingga ajal menjemput. FirmanNya, “ Bertaqwalah kepada Allah dengan taqwa yang sebenar-benarnya dan janganlah kamu mati melainkan dalam keadaan muslim ( berserah diri kepada Allah ).”
Jika yang terjadi adalah orang fajir mati dalam keadaan taat, maka maknanya bahwa kita tidak boleh memvonis seseorang. Karena hidup bisa berubah sewaktu-waktu sesuai kehendakNya, juga lantaran upaya yang kita lakukan. Hal ini, jika kita lakukan akan membuat hidup ini berjalan pada relnya. Agar kita tidak merasa benar sendiri dan juga tidak sombong. Sekali lagi, karena ketika kita masih hidup, semuanya bisa berbolak-balik sesuai apa yang Allah kehendaki.
Tentunya, kita semuanya berharap agar kita bisa menjumpai maut dalam keadaan terbaik : Khusnul Khotimah.
| Bagikan | Tweet |
|
--- 0 Komentar ---