HR. At-Tirmidzi : "Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu. Maka barangsiapa mengambil warisan tersebut, ia telah mengambil bagian yang banyak."
Alamat Akun
http://h-akbar.kotasantri.com
Bergabung
28 Agustus 2011 pukul 10:56 WIB
Domisili
Bogor - Jawa Barat
Pekerjaan
Swasta
Saya adalah manusia biasa. Senang membaca. Tertarik dengan kajian agama.
http://arrafiiyah-arrafiiyah.blogspot.com
http://facebook.com/profile.php?id=100000493450379
http://twitter.com//#!/akbararrafiiyah
Catatan H. Lainnya
Hidup Tidak Sekedar Beban
8 Oktober 2011 pukul 18:52 WIB
Seni Berinteraksi
7 Oktober 2011 pukul 23:15 WIB
Muara Ibadah Adalah Akhlak
6 Oktober 2011 pukul 16:15 WIB
Kunci Kebahagiaan Dunia Akhirat
5 Oktober 2011 pukul 20:37 WIB
Kemabruran Haji
4 Oktober 2011 pukul 13:07 WIB
Catatan
Ahad, 9 Oktober 2011 pukul 21:33 WIB
Panggilan Cinta Menuju Serambi Surga

Oleh H. Akbar

Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah SWT, yaitu bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa mengingkari kewajiban haji, sesungguhnya Allah Mahakaya, tidak memerlukan sesuatu dari semesta alam (QS Ali Imran: 97).
Kaum muslimin dari seluruh penjuru dunia setiap tahun diajak untuk berpartisipasi dalam hajatan kolosal dan akbar di Tanah Suci. Semua orang dianggap sama, tidak ada diskriminasi berdasarkan ras, jenis kelamin, ataupun status sosial, sesuai dengan ajaran Islam, yang egaliter. Kaum muslimin menyambut panggilan Allah yang penuh cinta untuk menapaktilasi jejak langkah perjuangan Nabi Adam AS, Nabi Ibrahim AS, dan Siti Hajar. Semata-mata karena Allah, untuk meraih ketaqwaan di sisi-Nya.

Dalam bukunya Makna Haji, Dr. Ali Syariati menjelaskan, berhaji adalah perjalanan menuju serambi surga. Siapa yang memaknai hajinya dengan benar, surga adalah ganjarannya. Ibadah haji berlangsung selama bulan Dzulhijjah, yang sangat mulia. Keadaan tanah Makkah hening dan damai, di sana tidak ada rasa takut, kebencian, ataupun perang. Yang terasa di gurun pasir itu hanyalah rasa aman dan damai. Suasana ibadah terasa lazim.

Tidakkah engkau dengar seruan Allah kepada Nabi Ibrahim AS, “Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji. Mereka akan datang padamu dengan bertelanjang kaki atau mengendarai unta yang lemah yang datang dari segenap penjuru gurun pasir yang jauh.” (QS Al-Hajj: 27).

Wahai engkau yang tercipta dari lumpur! Cari dan ikutilah ruh Allah. Terimalah undangannya, tinggalkan kampung halamanmu untuk menjumpai Dia yang sedang menunggumu. Eksistensi manusia tidak akan bermakna jika mendekati ruh Allah bukan tujuannya. Singkirkan dirimu dari segala tuntutan dan ketamakan yang memalingkanmu dari Allah SWT. Maka bergabunglah dengan kafilah haji.

Sebelum berangkat melaksanakan ibadah haji, hendaklah kita melunasi dulu utang-utang, dan membersihkan diri dari rasa benci serta marah terhadap sanak saudara, teman, atau siapa pun. Jangan lupa, tulis pula surat wasiat untuk mereka yang hendak kita tinggalkan. Semua ini merupakan langkah-langkah persiapan menghadapi kematian, dan menjamin kesucian pribadi dan finansial, serta melambangkan detik-detik perpisahan dan masa depan manusia.

Pada hari kebangkitan kelak, tidak ada yang dapat kita perbuat di hadapan mahkamah Allah. Di sana, mata, telinga, dan hati menjadi saksi yang sebenar-benarnya tentang apa yang telah kita perbuat. “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.” (QS Al-Isra’: 36).

Ibadah haji menggambarkan kepulangan kita kepada Allah, Yang mutlak, Yang tidak terbatas, dan Yang tidak ada yang menyerupai-Nya. Pulang kepada Allah menunjukkan suatu gerakan yang pasti menuju kesempurnaan.

Wahai manusia, melalui perjalanan waktu dan pengaruh kehidupan, engkau pun telah banyak sekali berubah. Engkau telah mengingkari janjimu untuk hanya menyembah kepada Allah, Yang Mahakuasa, dan malah menjadi pemuja berhala-berhala, yang sebagian di antaranya ciptaan manusia.

Wahai manusia, kembalilah ke asalmu. Tunaikan ibadah haji, dan temuilah Kekasihmu, Yang menciptakanmu sebagai sebaik-baiknya makhluk, dan Dia sedang menantikan kedatanganmu. Tinggalkan istana-istana kekuasaan, gudang-gudang kekayaan, dan kuil-kuil yang menyesatkan.

Bagikan

--- 0 Komentar ---

bambang menyukai catatan ini.
Anna | Staff UPT Laboratorium
Subhanallah... KotaSantri.com isinya bagus, menarik, dan yang pasti banyak artikel-artikel yang menambah ilmu dan pengalaman.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.3347 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels