|
QS. Luqman:17 : "Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). "
|
|
esa_mail@yahoo.com |



Oleh esa efriyani
Kisah Bidadari Surga
Hiks... hiks.....
Siapkan tissue untuk membaca kisah ini ......
Semoga menjadi hikmah, selamat membaca
Namanya Aini. begitu ummi biasa memanggilnya. Salah satu "adik" terbaik
yang pernah ummi miliki, yang pernah ummi temui dan alhamdulillah Allah
pertemukan ummi dengannya.
Seharusnya 20 Nopember nanti genap ia menginjak usia 37 tahun. Beberapa
tahun bersamanya, banyak contoh yang bisa ummi ambil darinya.
Kedewasaan sikap, keshabaran, keistiqomahan, dan pengabdian yang luar
biasa meretas jalan dakwah ini. Seorang muharrik dakwah yang tangguh
dan tak pernah menyerah. Sosok yang tidak pernah mengeluh, tidak pernah
putus asa dan memiliki khusnuzon yang teramat tinggi kepada Allah. Dan
dia adalah salah satu amanah ummi terberat, ketika memang harusnya ia
sudah memasuki sebuah jenjang pernikahan.
Ketika beberapa akhwat lain yang lebih muda usianya melenggang dengan
mudahnya menuju jenjang tersebut, maka Aini ,Allah taqdirkan harus
terus meretas kesabaran. Beberapa kali ummi berikhtiar membantunya
menemukan ikhwan shalih, tetapi ketika sudah memulai setengah
perjalanan proses..Allah pun berkehendak lain. Namun begitu, tidak
pernah ada protes yang keluar dari lisannya, tidak juga ada keluh
kesah, atau bahkan mempertanyakan kenapa sang ikhwan begitu " lemahnya
" hingga tidak mampu menerjang berbagai penghalang ? Atau ketika
masalah fisik, suku, serta terlebih usia yang selalu menjadi kendala
utama seorang ikhwan mengundurkan diri , Aini pun tidak pernah
mempertanyakan atau memprotes " kenapa ikhwan sekarang seperti ini ?
Tidak ada gurat sesal, kecewa, atau sedih pada raut muka ataupun tutur
katanya. Kepasrahan dan keyakinan terhadap kehendak Allah begitu indah
terlukis dalam dirinya.
Hingga, akhirnya seorang ikhwan shalih yang dengan kebaikan akhlak
serta ilmunya, datang dan berkenan untuk menjadikannya seorang
pendamping. Tidak ada luapan euphoria kebahagiaan yang ia tampakkan
selain ucapan singkat yang penuh makna "Alhamdulillah..jazakillah
ummi sudah membantu...mohon doa agar diridhai Allah "
Alhamdulillah , Allah mudahkan proses ta’arauf serta khitbah mereka,
tanpa ada kendala apapun seperti yang pernah terjadi sebelumnya.
Padahal ikhwan shalih yang Allah pilihkan tersebut berusia 8 tahun
lebih muda dari usianya.
Berkomitmen pada sunnah Rasulullah untuk menyegerakan sebuah
pernikahan, maka rencana akad pun direncanakan 1 bulan kemudian,
bertepatan dengan selesainya adik sang ikhwan menyelesaikan studi di
negeri Mesir.
Namun , Allah lah Maha Sebaik-baik Pembuat keputusan..
2 minggu menjelang hari pernikahan, sebuah kabar duka pun datang. Usai
Aini mengisi sebuah ta’lim , motor yang dikendarainya terserempet
sebuah mobil, dan menabrak kontainer didepannya. Aini shalihah pun
harus meregang nyawa di ruang ICU. 2 hari setelah peristiwa itu, Rumah
sakit yang menanganinya pun menyatakan menyerah. Tidak sanggup berbuat
banyak karena kondisinya yang begitu parah.
Hanya iringan dzikir disela-sela isak tangis kami yang berada disana.
Semua keluarga Aini juga sang ikhwan pun sudah berkumpul. Mencoba
menata hati bersama untuk pasrah dan bersiap menerima apapun
ketentuanNya. Kami hanya terus berdoa agar Allah berikan yang terbaik
dan terindah untuknya. Hingga sesaat, Allah mengijinkan Aini tersadar
dan menggerakkan jemarinya. Rabb..sebait harapan pun kembali kami rajut
agar Allah berkenan memberikan kesembuhan, walau harapan itu terus
menipis seiring kondisinya yang semakin melemah. Hingga kemudian sang
ikhwan pun mengajukan sebuah permintaan kepada keluarga Aini.
" Ijinkan saya untuk membantunya menggenapkan setengah Dien ini. Jika
Allah berkehendak memanggilnya, maka ia datang menghadap Allah dalam
keadaan sudah melaksanakan sunnah Rasulullah..."
Permintaan yang membuat kami semua tertegun. Yakinkah dia dengan keputusannya ?
Dalam kedaaan demikian , akhirnya 2 keluarga besar itupun sepakat memenuhi permintaan sang ikhwan.
Sang bunda pun membisikkan rencana tersebut di telinga Aini. Dan baru
kali itulah ummi melihat aliran airmata mengalir dari sepasang mata
jernihnya.
Tepat pukul 16.00, dihadiri seorang penghulu,orangtua dari 2 pihak,
serta beberapa sahabat dan dokter serta perawat...pernikahan yang penuh
tangis duka itupun dilaksanakan. Tidak seperti pernikahan lazimnya yang
diiringi tangis kebahagiaan, maka pernikahan tersebut penuh dengan rasa
yang sangat sulit terlukiskan. Khidmat, sepi namun penuh isakan tangis
kesedihan.
Tepat setelah ijab kabul terucap...sang ikhwan pun mencium kening Aini
serta membacakan doa diatas kain perban putih yang sudah berganti warna
menjadi merah penuh darah yang menutupi hampir seluruh kepala Aini.
Lirih, kami pun masih mendengar Aini berucap, " Tolong Ikhlaskan
saya....."
Hanya 5 menit. Ya..hanya 5 menit setelah ijab kabul itu. Tangisanpun
memecah ruangan yang tadinya senyap menahan sesak dan airmata. Akhirnya
Allah menjemputnya dalam keadaan tenang dan senyum indah.
Dia telah menjemput seorang bidadari...
Sungguh indah karunia dan janji yang telah Allah berikan padanya...
Dia memang hanya pantas untuk para mujahidNya di Jannah al firdausi....
Dan sang ikhwan pun melepas dengan penuh sukacita dengan iringan tetes airmata yang tidak kuasa ditahannya...
" ..Saya telah menikahi seorang bidadari.. nikmat mana lagi yang saya dustakan..."
Begitulah sang ikhwan shalih mengutip ayat Ar RahmanNya...
Ya Rabb..Engkau sebaik-baik pembuat skenario kehidupan hambaMu..Maka
jadikanlah kami senantiasa dapat memngambil hikmah dari setiap episode
kehidupan yang Engkau berikan...
Selamat jalan adikku sayang ...engkau memang bidadari surga yang Allah
tidak berkenan seorang ikhwan pun didunia ini yang bisa mendampingi
kehidupanmu kecuali para ikhwan shalih yang berkhidmat di jalan dakwah
dengan ikhlas, tawadhu dan siap berjihad dijalanNya dan kelak menutup
mata sebagai seorang syuhada...."
Selamat jalan Aini..semoga Allah memberimu tempat terindah di
surgaNya....Semoga Allah kumpulkan kita kelak didalam surgaNya...amiin)
| Bagikan | Tweet |
|
--- 1 Komentar ---