|
Ust. Aam Amiruddin : "Sesungguhnya sepercik kejujuran lebih berharga dari sebongkah cinta. Apa arti sebongkah cinta kalau dibangun di atas kebohongan? Pasti rapuh bukan? Betapa indahnya apabila kejujuran dan cinta ada pada diri seseorang. Beruntunglah Anda yang memiliki kejujuran dan ketulusan cinta."
|
|
|
fziah05@ymail.com |
|
http://facebook.com/fauziah humaira |
|
http://twitter.com/sihaizirah |





Oleh Fauziah Humaira
Maju mundur? Seperti kendaraan saja ya? Kok bisa sih! Iya kawan, taqwa itu adalah maju mundur. Maju dalam hal berbuat kebaikan dan mundur dalam hal berbuat kemungkaran. Ternyata betul, taqwa itu seperti halnya kendaraan. Kendaraan taqwa ini hanya akan jalan jika di isi dengan hal yang makruf yaitu segala sesuatu yang baik. Kebaikan merupakan bahan bakar dari kendaraan taqwa ini. Jika suatu kendaraan tidak di isi dengan bahan bakar yang sesuai pastinya mesin kendaraan tersebut tidak dapat bekerja. Dalam hal ini dapat dipastikan kendaraan ini tidak akan bergerak.
"Aku khawatir terhadap suatu masa yang roda kehidupanya dapat menggilas keimanan. Keimanan hanya tinggal pemikiran, yang tidak berbekas dalam perbuatan. Banyak orang baik tapi tak berakal, ada orang berakal tapi tak beriman. Ada lidah fasih tapi berhati lalai, ada yang khusyuk namun sibuk dalam kesendirian. Ada ahli ibadah tapi mewarisi kesombongan iblis. Ada ahli maksiat rendah hati bagaikan sufi. Ada yang banyak tertawa hingga hatinya berkarat dan ada yang banyak menangis karena kufur nikmat. Ada yang murah senyum tapi hatinya mengumpat dan ada yang berhati tulus tapi wajahnya cemberut. Ada yang berlisan bijak tapi tak memberi teladan dan ada pelacur yang tampil jd figur. Ada orang punya ilmu tapi tak paham, ada yang paham tapi tak menjalankan. Ada yang pintar tp membodohi, ada yang bodoh tak tau diri. Ada orang beragama tapi tak berakhlak dan ada yang berakhlak tapi tidak bertuhan. Lalu di antara semua itu di mana aku berada?" (Imam Ali bin Abi Talib R.A.)
Inilah renungan yang harus kita jawab masing-masing tanpa menghianati diri sendiri dengan kebohongan yang tidak akan pernah di terima oleh akal sehat manusia sebagai makhluk yang mulia.
Kawan . . .
Ketika kehidupan memberimu seribu alasan untuk menginginkan sesuatu, pahamilah bahwa Allah punya sejuta pengetahuan akan kebutuhanmu. Awali setiap hari indah mu ini dengan rasa syukur, nikmti tiap detiknya dengn ketetapan hati dan akhri kelelahan hari ini dengan seulas senyum dan ikhlas. Cukupkan Allah sebagai saksi dan tujuan, karena Dialah sebaik-baik pemberi balasan.
Taqwa itu adalah maju mundur kawan! Bersanding dengan keimanan yang berperan mengendalikan taqwa. Bahan bakar yang murni untuk menggerakkan mesin agar tetap maju. Menghindari kerusakannya dengan kejahilan.
Semangat...!
| Bagikan | Tweet |
|
--- 0 Komentar ---