|
Anis Matta : "Pahlawan bukanlah orang suci dari langit yang diturunkan ke bumi untuk menyelesaikan persoalan manusia dengan mukjizat, secepat kilat untuk kemudian kembali ke langit. Pahlawan adalah orang biasa yang melakukan pekerjaan-pekerjaan besar, dalam sunyi yang panjang, sampai waktu mereka habis."
|
|
arialende@yahoo.com |
|
|
arialende |
|
aryanto0674@yahoo.co.id |


Oleh Aryanto Abdul Latif
Ada pepatah mengatakan: “jangan bertepuk sebelah tangan”, sebab bertepuk sebelah tangan tidak akan menghasilkan bunyi tepukan. Sebuah pepatah yang menggambarkan cinta yang tiada berbalas. Mencintai, tidak tidak dicintai.
Pepatah itu hanya berlaku untuk cinta antara sesama manusia. Tidak akan pernah berlaku untuk seorang hamba dengan tuhanNya. Allah adalah Dzat yang Maha Mencintai. Sumber segala Cinta, yang tiada pernah memudar. Yang terus mencintai meskipun tidak dicintai oleh sebagian hamba-hambaNya. Yang cintaNya mengalir deras, tanpa ada yang bisa mengukurNya.
Karena CintaNya itulah alam semesta ini ada. Karena CintaNya itu pula alam semesta tertata dan terpelihara begitu rapinya. Karena Cinta itu pula manusia tercipta. Dan karena Cinta itu pula segalanya bakal kembali kepadaNya.
Cinta hanya bisa disambut dengan cinta. Barulah tercipta kebahagiaan. Jika cinta hanya bertepuk sebelah tangan, ia menjadi tidak ada gunanya bagi kebersamaan. Sang pemberi cinta tetap berbahagia, karena cinta memang tidak harus memilki. Tetapi sayang, orang yang dicintai tidak menyadari. Maka, sebuah kebahagiaan tak terkira dalam kebersamaan, terlewatkan begitu saja.
Kebahagiaan cinta, sesungguhnya bukan dirasakan oleh orang yang dicintai, melainkan oleh orang yang mencintai. Jadi, berbahagialah orang yang mencintai dan rugi besarlah orang yang tidak bisa mencintai.
Karena itu, kebahagiaan selalu bersama Allah sebab Dia adalah sumber Segala Cinta. Dia adalah Sumber Kebahagiaan. Begitulah, Sumber Cinta-dengan sendirinya-adalah Sumber Kebahagiaan.
Maka, kalau kita ingin berbahagia, “bercintalah” dengan sumber cinta dan kebahagiaan itu. Bukan sekedar ingin dicintai, atau menuntut untuk dicintai, melainkan justru mencintaiNya. Mencinta adalah jalan menuju kebahagiaan. Semakin cinta anda kepada Allah, semakin bahagialah Anda!
Dikutip dari buku “Bersatu dengan Allah” penulis Agus Mustofa
| Bagikan | Tweet |
|
--- 4 Komentar ---